Muna, Sultramedia — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna bersama Pemerintah Daerah menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna ke-67, Jumat (03/07/2026).
Rapat paripurna ini dihadiri Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, M.Si, Wakil Bupati Laode Asrafil, S.H., M.M., Sekda Eddy Uga, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, serta tokoh masyarakat.
*Peringatan HUT Bukan Sekadar Seremonial*
Ketua DPRD Muna, Muhammad Rahim, S.I.Kom yang memimpin rapat menegaskan, HUT ke-67 harus menjadi momentum evaluasi dan penguatan sinergi legislatif-eksekutif.
“Perayaan hari lahir Kabupaten Muna sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja dengan baik serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Muna yang lebih maju dan berkembang,” ujarnya.
*Bupati Bachrun: Fokuskan Program “JATI” untuk Ekonomi Rakyat*
Dalam sambutannya, Bupati Muna, Bachrun mengajak seluruh elemen meningkatkan kinerja dan pengabdian untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat melalui program JATI.
“Melalui momentum HUT ke-67, mari kita terus meningkatkan kinerja dan pengabdian terhadap daerah yang kita cintai, agar terwujudnya rasa keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan merealisasikan program JATI, Membangun Masa Depan, JATI Menguat Rakyat Sejahtera,” katanya.
Bupati menjelaskan JATI adalah akronim dari Jagung, Ternak, dan Ikan*. Ketiga sektor ini menjadi fokus utama kebijakan hilirisasi Pemkab Muna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“JATI adalah kebijakan strategis untuk mempercepat ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan. Kami optimis, dengan mengoptimalkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata, kita mampu mewujudkan Muna yang maju, mandiri dan sejahtera,” tambah Bachrun.
Ia juga menegaskan, di bawah kepemimpinannya bersama Wabup Asrafil, Pemda fokus pada penguatan pelayanan publik, penataan birokrasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan usaha dan kerja keras serta konsistensi. Setiap kebijakan yang diambil fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan pembangunan daerah,” tutupnya.











