ATR/BPN Butuh SDM Baru: Paham Regulasi Paham Manusia – Pesan Sri Sultan

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SLEMAN, SULTRAMEDIA — Kementerian ATR/BPN diminta menyiapkan SDM pertanahan yang tidak hanya kuat di sisi teknis, tapi juga punya kepekaan sosial. Pesan itu disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menjadi pembicara dalam wisuda Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Sabtu (05/09/2026).

Sambutan Sri Sultan dibacakan oleh Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. Ia menegaskan, tantangan pertanahan ke depan bukan hanya soal kecepatan pemetaan dan digitalisasi data.

“Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang bisa membaca peta, sekaligus memahami manusia yang ada di dalam peta itu. Harus piawai teknologi, tapi juga bijak dalam soal keadilan,” ujarnya.

Menurut Sri Sultan, tanah di Indonesia memiliki kedudukan khusus. Tanah bukan sekadar objek fisik untuk diukur dan disertipikatkan. Tanah adalah bagian dari identitas, sejarah perjuangan, dan sumber penghidupan masyarakat. Di atas tanah lahir rumah, pangan, komunitas, hingga peradaban.

Karena itu, ia menilai setiap kebijakan dan pelayanan pertanahan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai yang hidup di masyarakat.

Sri Sultan mencontohkan sejumlah kearifan lokal. Di Jawa ada ajaran Hamemayu Hayuning Bawana yang menekankan pentingnya menjaga keharmonisan. Di Minangkabau ada konsep Harta Pusaka Tinggi terkait tanah ulayat dan tanggung jawab antargenerasi. Masyarakat Bali menjaga tanah lewat sistem subak dan filosofi Tri Hita Karana. Sementara di Papua dan Maluku, hak ulayat menempatkan tanah sebagai ruang hidup bersama milik marga atau komunitas adat.

Baca Juga:  Pemkab Buteng Usulkan "Trans Marine" Pertama di Indonesia, Pemuda Dikasih Kapal + Rumah Gratis

“Keragaman cara pandang ini adalah kekayaan. Aturan harus dibaca dengan jernih. Kebijakan harus dijalankan dengan bijaksana. Dan teknologi harus digunakan dengan presisi sekaligus rasa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, kepastian hukum atas tanah sangat terkait dengan kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan. Di titik inilah peran lulusan STPN menjadi strategis.

Ilmu pertanahan disebutnya berada di persimpangan antara data dan nilai.

“Bekerja di antara ukuran dan makna. Antara peta dan manusia. Antara sertipikat dan martabat,” kata Sri Sultan.

Kepada para wisudawan, ia berpesan agar tidak melihat pekerjaan sebagai urusan administrasi biasa. Di setiap berkas pertanahan ada harapan masyarakat.

“Jadikan pengukuran sebagai jalan menuju kepastian. Jadikan pemetaan sebagai jalan menuju keteraturan. Jadikan pelayanan sebagai jalan menuju ketentraman,” pesannya menutup.

Wisuda Politeknik Agraria STPN ini merupakan bagian dari upaya ATR/BPN menyiapkan tenaga profesional pertanahan yang siap diterjunkan ke daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nusron Wahid: Kebijakan Pertanahan Bermuara Pada Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat
Sudah Beli Tanah Tapi Nama Belum Ganti di Sertipikat? Segera Urus Balik Nama ke BPN
KPU Dapat Rp4,68 Triliun di APBN 2027, Minta Tambahan Rp78,3 Miliar untuk Pemilu 2029
Selaraskan 4 Simpul, Kementerian ATR/BPN Percepat Proses Balik Nama Sertipikat Tanah
Kementerian ATR/BPN Luncurkan Sertipikat Gratis untuk MBR, Dukung Program Hunian Terjangkau
Percepat Pelayanan, Kementerian ATR/BPN Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah di 10 Kantah
HUT ke-81 RI, Kementerian ATR/BPN Luncurkan 3 Transformasi Layanan Pertanahan
Peringatan HUT ke-81 RI di Kendari: Pemkot Fokus Sinergi Pusat-Provinsi-Kota
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:58 WIB

ATR/BPN Butuh SDM Baru: Paham Regulasi Paham Manusia – Pesan Sri Sultan

Sabtu, 5 September 2026 - 12:51 WIB

Nusron Wahid: Kebijakan Pertanahan Bermuara Pada Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 5 September 2026 - 12:42 WIB

Sudah Beli Tanah Tapi Nama Belum Ganti di Sertipikat? Segera Urus Balik Nama ke BPN

Rabu, 2 September 2026 - 13:05 WIB

KPU Dapat Rp4,68 Triliun di APBN 2027, Minta Tambahan Rp78,3 Miliar untuk Pemilu 2029

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Selaraskan 4 Simpul, Kementerian ATR/BPN Percepat Proses Balik Nama Sertipikat Tanah

Berita Terbaru

Berita Daerah

Lansia 63 Tahun Yang Hilang di Hutan Wuna Akhirnya Ditemukan

Senin, 7 Sep 2026 - 03:47 WIB