MUNA, SULTRAMEDIA — Kabar lega datang dari Kabupaten Muna. La Baadi (63), warga Desa Wuna, Kecamatan Tongkuno yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan hutan, akhirnya kembali ke rumah dengan selamat pada Sabtu (05/09/2026) malam.
Pria lanjut usia itu diketahui sempat tersesat selama tiga hari di dalam hutan. Ia baru tiba di kediamannya sekitar pukul 19.00 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Amiruddin, menuturkan berdasarkan informasi keluarga, La Baadi tiba-tiba muncul sekitar 50 meter dari titik terakhir ia terlihat.
“Dari keterangan keluarga, korban memang tersesat selama tiga hari di hutan,” ungkap Amiruddin, Senin (07/09/2026).
Kisah hilangnya La Baadi bermula saat ia pamit keluar rumah pada Kamis (03/09) pukul 07.00 WITA. Tujuan awalnya sederhana, memasang jerat untuk menangkap ayam hutan di area hutan Desa Wuna.
Namun hingga hari berikutnya, ia tak kunjung kembali. Rasa khawatir keluarga pun memuncak.
Upaya pencarian pun dilakukan oleh keluarga bersama warga sekitar. Di lokasi yang diduga menjadi tempat korban memasang jerat, mereka hanya menemukan beberapa barang milik La Baadi seperti tempat minum dan kotak rokok.
Karena belum ada tanda-tanda, ponakan korban bernama Abdul Kadir akhirnya melaporkan peristiwa itu ke KPP Kendari pada Sabtu (05/09) pukul 15.40 WITA.
Mendapat laporan tersebut, tim langsung bergerak cepat.
“Pukul 16.05 WITA, Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna kami berangkatkan ke lokasi untuk membantu pencarian,” jelas Amiruddin.
Penyisiran dilakukan hingga operasi pencarian tahap pertama ditutup pukul 18.00 WITA. Hasilnya nihil.
Tak disangka, sekitar satu jam berselang, kabar baik datang. La Baadi berjalan kaki pulang ke rumahnya sendiri dalam kondisi selamat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke satuannya masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di hutan, terutama bagi para lansia.












