Armada Rusak, TPA Penuh: Ini Bom Waktu Sampah Kendari Yang Diakui Wali Kota

- Penulis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, SULTRAMEDIA — Di balik semarak dialog “Wali Kota dan Forkopimda Menyapa” di Pantai Nambo, Kamis (13/8/2026), terselip pengakuan pahit.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran blak-blakan menyebut pengelolaan sampah Kota Kendari sudah berada di titik kritis. Masalahnya bukan hanya menumpuk. Tapi sistemnya yang mulai jebol.

Dalam dialog terbuka bersama warga Nambo, Forkopimda, dan DPRD itu, Siska membocorkan data terbaru: produksi sampah Kendari kini mendekati 300 ton per hari.

Ironisnya, sebagian besar adalah sampah rumah tangga yang hingga kini belum tertangani secara optimal.

“Yang paling utama adalah kesadaran kita memilah sampah dari rumah masih sangat rendah,” kata Siska di hadapan warga.

Kondisi itu diperparah dua hal. Pertama, armada pengangkut sampah terbatas dan banyak yang sudah tidak layak pakai. Kedua, TPA Puuwatu kapasitasnya semakin penuh karena belum didukung sistem pengelolaan yang memadai. Dua “bom waktu” ini diakui langsung oleh orang nomor satu di Kendari.

Untuk meredam ledakan, Pemkot Kendari menyiapkan jurus baru. Namanya Lembaga Pengangkut Sampah (LPS) di tingkat kelurahan.

Tugasnya menjemput sampah langsung dari rumah warga ke TPA Puuwatu. Tapi ada syarat: warga wajib memilah dulu dari rumah. Organik, anorganik, dan B3 harus dipisah.

Baca Juga:  Pelestarian Ekosistem Laut Muna: Perbup 5/2026 Wajibkan Desa Pesisir Alokasikan Sebagian Dana Desa

Pemkot juga mendorong pengaktifan Bank Sampah di seluruh kelurahan agar sampah bernilai ekonomi bisa didaur ulang.

Program LPS akan diuji coba awal September 2026 di 15 kelurahan percontohan yang tersebar di 8 kecamatan. Mulai dari Watu-Watu, Lahundape, Baruga, Kasilampe, hingga Anaiwoi dan Mataiwoi.

Ada secercah harapan. Siska menyebut Kendari akan dapat kucuran dana sekitar Rp140 miliar pada 2027. Dana itu berasal dari kerja sama pemerintah pusat dan Bank Dunia untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendorong ekonomi sirkular.

Namun ia mengingatkan, uang sebesar itu tidak akan ada artinya tanpa perubahan perilaku warga.

“Kota Kendari tidak akan nyaman, tidak akan maju kalau sampah masih terdepan. Oleh karena itu, semuanya harus kita fokuskan perhatian kita terhadap penanganan sampah ini,” tegasnya.

Bagi Siska yang sudah 1,5 tahun memimpin bersama Wakil Wali Kota Sudirman, semua masukan ini penting. Visi Kendari 2025-2029 sebagai kota layak huni dan berkelanjutan katanya hanya bisa dicapai kalau pemerintah dan masyarakat kerja bareng.

“Persoalan perkotaan tidak mungkin diselesaikan pemerintah seorang diri,” tutup Ketua Komwil VI APEKSI itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT Baubau ke-485, Gelar Sejumlah Perlombaan Hingga Atraksi Bahari
Sah Ditandatangani, Perubahan APBD Sultra 2026 Masuk Tahap Evaluasi Kemendagri
Sinergi Lintas Sektor Dorong Percepatan Hunian Layak di Buteng
Penertiban Gas 3 Kg di Kendari Dimulai, Pedagang Eceran Diberi Waktu Hingga 4 Oktober
Polemik Transportasi Konvensional Vs Online di Pelabuhan Baubau, KSOP Tegaskan Aturan
Kunker di Mubar, Sekjen Transmigrasi Bersama Ridwan Bae Siap Bawa Program Lanjutan
Bupati Azhari: Semua Kafe di Buteng Tak Berizin, Tutup Jika Warga Kompak
Digigit Buaya 3 Meter Saat Manah Ikan! Nelayan Kulisusu Dilarikan ke RSUD Butur
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:33 WIB

Semarak HUT Baubau ke-485, Gelar Sejumlah Perlombaan Hingga Atraksi Bahari

Selasa, 29 September 2026 - 12:03 WIB

Sah Ditandatangani, Perubahan APBD Sultra 2026 Masuk Tahap Evaluasi Kemendagri

Selasa, 29 September 2026 - 11:55 WIB

Sinergi Lintas Sektor Dorong Percepatan Hunian Layak di Buteng

Senin, 28 September 2026 - 03:29 WIB

Penertiban Gas 3 Kg di Kendari Dimulai, Pedagang Eceran Diberi Waktu Hingga 4 Oktober

Senin, 28 September 2026 - 03:09 WIB

Polemik Transportasi Konvensional Vs Online di Pelabuhan Baubau, KSOP Tegaskan Aturan

Berita Terbaru

Berita Daerah

Sinergi Lintas Sektor Dorong Percepatan Hunian Layak di Buteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:55 WIB

Berita Nasional

240 Ribu P3K Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu, Dimulai Januari 2027

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:32 WIB