BAUBAU, SULTRAMEDIA — Pemerintah Kota Baubau menyatakan siap mendukung rencana investasi perusahaan asal Belanda, Cornhouse B.V, untuk membangun pabrik pengolahan jambu mete di wilayahnya.
Rencana ini mengemuka saat Wali Kota Baubau, Yusran Fahim bersama Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu menerima perwakilan Cornhouse B.V, Utusan Khusus Presiden, dan jajaran Kementerian Pertanian serta Dinas Perkebunan dan Holtikultura Sultra di Balai Kota, Rabu (02/09/2026).
Cornhouse B.V merupakan perusahaan _global trading house_ yang berbasis di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini tengah menjajaki kerja sama pengembangan komoditas jambu mete, termasuk opsi pembangunan pabrik pengolahan di Baubau.
“Kita terbuka. Kalau memang mereka mau ke Baubau, kita siap. Mudah-mudahan ada berita baik untuk terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka berencana membuat pabrik di sini,” kata Yusran Fahim usai pertemuan.
Meski mengakui keterbatasan lahan di Kota Baubau, Pemkot menyatakan siap membantu mencarikan lokasi. Yusran menyebut Baubau memiliki keunggulan sebagai pusat perdagangan dan pintu gerbang Kepulauan Buton.
Untuk bahan baku, Pemkot tidak hanya mengandalkan Baubau. Kabupaten Buton, Buton Selatan, dan Buton Tengah disebut memiliki potensi besar untuk mendukung terbentuknya sentra jambu mete kawasan.
“Saya ingat tahun 80-an itu Baubau ini sangat-sangat banyak jambu metenya. Terakhir mungkin karena pengusahanya tidak ada. Sekarang seandainya ada, kita berupaya mengembalikannya,” ujarnya.
Yusran menilai kehadiran investor ini bisa menjadi pintu masuk bagi UMKM lokal untuk masuk ke rantai pasok industri. Ia juga berharap investasi ini membuka lapangan kerja baru, terutama bagi Gen Z yang saat ini cenderung selektif memilih pekerjaan.
“Dengan terbukanya peluang ini, UMKM akan terlibat. Bagaimana mereka bisa memposisikan diri agar bisa bermitra lebih baik dengan pengusaha yang akan datang ke Baubau,” jelasnya.
Ia berharap jaringan bisnis Cornhouse B.V di berbagai negara dapat membawa standar baru bagi industri jambu mete di Baubau dan memberikan efek berganda bagi petani, UMKM, tenaga kerja, dan perekonomian Kepulauan Buton.
Hingga kini, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan. Pemkot berharap pembicaraan bisa segera naik ke tahap konkret agar pembangunan pabrik bisa segera direalisasikan.












