MUNA, SULTRAMEDIA — Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait antrian panjang di sejumlah SPBU, Bupati Muna, Bachrun langsung turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak, Selasa (1/9/2026).
Sidak ini dilakukan setelah sebelumnya Bupati memimpin rapat darurat bersama jajaran Forkopimda Muna yang terdiri dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan para Kepala OPD. Rapat digelar untuk mencari solusi cepat atas tersendatnya distribusi BBM di Kota Raha dalam beberapa hari terakhir.
Usai rapat, Bupati Bachrun bersama Plt Sekda Muna La Ode Hafili Pau dan unsur Forkopimda langsung menyambangi titik-titik SPBU yang menjadi pusat antrian kendaraan.
Lokasi pertama yang dituju adalah SPBU H. Satria di Kelurahan Fookuni, Kota Raha. Di sana, antrian kendaraan roda dua dan roda empat memanjang hingga ke badan jalan dan sempat menimbulkan kemacetan.
Dalam sidak tersebut, Bupati berdialog langsung dengan pengelola dan petugas SPBU. Ia meminta agar manajemen pelayanan segera dibenahi.
“Atur ulang alur kendaraan, tambah petugas saat jam ramai, dan perketat pengawasan. Jangan sampai ada praktik yang merugikan masyarakat,” tegas Bupati Bachrun.
Bupati juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada warga terkait jadwal dan stok BBM. Menurutnya, distribusi harus dilakukan secara adil, tertib, dan transparan agar semua lapisan masyarakat mendapatkan hak yang sama.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Muna untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Bupati Bachrun memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan aparat penegak hukum untuk mengawal distribusi BBM agar kembali normal.
Warga yang ditemui di lokasi mengaku lega dengan respons cepat pemerintah. Mereka berharap antrian panjang segera terurai dan aktivitas ekonomi di Raha tidak terganggu lagi.











