MUNA, SULTRAMEDIA — Jagat media sosial di Kabupaten Muna heboh. Sebuah video yang memperlihatkan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa SMKN 3 Muna diduga berisi ulat beredar luas sejak Senin (3/8/2026).
Dalam rekaman tersebut, terlihat menu daging olahan ayam yang diduga terdapat benda mirip ulat. Video itu langsung menuai beragam komentar dari siswa, orang tua, hingga warganet.
Menanggapi kehebohan ini, Kepala SPPG Muna Butung-butung, Yayasan Peduli Nutrisi Nusantara, Sabil Maulida, akhirnya buka suara. SPPG yang melayani pemenuhan gizi di SMKN 3 Muna dan beralamat di Jl. Tengiri, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar, kejadiannya di SMKN 3 Raha. Ada 1 ompreng yang bermasalah dan langsung kami tindaklanjuti,” kata Sabil kepada Sultramedia.com, Rabu (05/08/2026).
Sabil menjelaskan, pada hari kejadian timnya melakukan pengantaran sebanyak 10 hingga 15 ompreng. Sekitar pukul 12.14 WITA, ia mendapat telepon pribadi dari Kepala Sekolah SMKN 3 Muna yang juga turun langsung mengecek.
“Begitu menerima laporan dari Kepsek, saya langsung menuju sekolah. Namun saat tiba, menu tersebut sudah tidak ada lagi di lokasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, dari 2.683 ompreng yang dikelola SPPG Muna Butung-butung, ini merupakan kejadian pertama kali yang dilaporkan.
“Selama ini SOP penerimaan bahan makanan dan pengolahan makan dijalankan sebaik mungkin. Sebelum didistribusikan MBG juga dicek ulang secara detail. Semua yang didistribusikan sudah sesuai SOP dan dicek sedetail mungkin,” tegas Sabil.
“Kemungkinan itu telur lalat, tapi kami belum bisa memastikan asalnya. Yang jelas, temuan hanya 1 ompreng di satu sekolah. Sekolah lain tidak ada laporan serupa,” jelasnya.
Terkait video yang viral, Sabil meminta publik tidak buru-buru menyimpulkan.
“Kalau itu terjadi di semua ompreng dan secara masal, pasti sudah KLB – Kejadian Luar Biasa. Ini hanya 1 ompreng dan yang merekam hanya anak-anak,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, SPPG akan memperketat pengawasan di tahap penerimaan bahan baku dan menambah alat pengusir serangga di dapur produksi.
“Tim distribusi juga kami instruksikan agar lebih teliti. Kalau kondisi makanan tidak layak, jangan didistribusikan,” katanya.
Sabil memastikan bahan baku ayam yang digunakan berasal dari supplier “Barokah” yang memiliki sertifikat halal. Ia juga menekankan kebersihan dapur tetap menjadi prioritas utama.
“Kami sudah punya MOU dengan pihak sekolah dan ada grup WA untuk komunikasi. Jadi imbauan saya, jika ada temuan seperti ini silakan konfirmasi dulu ke pihak dapur. Jangan langsung diviralkan,” pintanya.
Ia berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar program MBG di Muna berjalan lebih baik dan tidak menimbulkan keresahan.
“Kebersihan kami jaga. Komitmen kami menyajikan makanan yang aman dan bergizi untuk anak-anak,” tutup Sabil.











