Kemenaker Genjot Program Pemagangan Nasional, Ungkap 33,5% Sarjana Salah Jurusan

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, SULTRAMEDIA — Kementerian Ketenagakerjaan RI tancap gas menggenjot Program Pemagangan Nasional. Langkah ini diambil untuk menekan tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi sekaligus mengikis ketidaksesuaian kompetensi.

Data mengejutkan diungkap Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, saat kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu (5/8/2026).

“Secara nasional, sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di luar bidang keilmuannya. Sementara hampir 1 juta lulusan perguruan tinggi masih menganggur,” ungkap Menaker.

Kedatangan Menaker ke Sultra disambut Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, di Bandara Halu Oleo. Keduanya kemudian menuju Kampus UMK untuk dialog bersama mahasiswa bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan”.

Gubernur Andi Sumangerukka menyebut kehadiran Menaker sebagai ruang dialog penting antara pemerintah pusat, daerah, kampus, dan generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sultra, kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri di Bumi Anoa,” ujarnya.

Menurut Gubernur, sebesar apa pun potensi sumber daya alam Sultra, tidak akan optimal tanpa didukung SDM yang kompeten dan tepat sasaran.

Baca Juga:  dr Hasrida Hamid Resmi Dilantik Sebagai Ketua IDI Baubau Periode 2025-2028

Dalam kuliah umumnya, Menaker Yassierli menjelaskan dunia kerja saat ini berubah cepat akibat 3 faktor: Artificial Intelligence (AI), transisi ekonomi hijau, dan perubahan demografi.

Ia memproyeksikan 4 sektor jadi penggerak utama ke depan: ekonomi digital & kreatif, ekonomi berbasis teknologi dan AI, ekonomi hijau, serta ekonomi pelayanan manusia.

“Perubahan ini melahirkan banyak pekerjaan baru, tapi juga menghilangkan pekerjaan lama. Peningkatan kompetensi jadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” tegasnya.

Menaker menyoroti kampus harus lebih dekat dengan industri dan pemerintah.

“Kampus harus menghasilkan lulusan yang kompetensinya benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” katanya.

Sebagai solusi, Kemenaker terus mendorong Program Pemagangan Nasional. Program ini memberi kesempatan lulusan dapat pengalaman kerja langsung di perusahaan.

“Saya mengajak dunia industri untuk memanfaatkan Program Pemagangan Nasional dan memprioritaskan perekrutan lulusan dari Sulawesi Tenggara,” ujar Menaker.

Ia bahkan meminta Pemprov Sultra menyiapkan 10.000 peserta magang pada tahun 2026 ini dan bekerja sama dengan seluruh lembaga terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelatihan Surveilans Vektor Dibuka, Dinkes Baubau Genjot Kapasitas Tenaga Entomolog Puskesmas
Gerakan TOSS TB Dimulai! 44 Lokasi di Baubau Jadi Target Tracing TBC Terintegrasi CKG
Bahas Perpanjangan PKKPR Sawit di Kabawo, Marobo, dan Bone: BPN Muna Hadiri Rapat Bersama Pemkab
Heboh! Jatah MBG Siswa SMKN 3 Muna Diduga Berulat, SPPG Butung-Butung Buka Suara
Tembus Rp10 Miliar, Bapenda Muna Optimis Kejar Target Pajak Rp40 Miliar di 2026
Acuan 5 Surat BKN, Ini Daftar 94 Kepsek SD dan SMP Yang Dilantik Bupati Muna
Dari Sampah Dapur Jadi Pembersih Serbaguna, KKN UHO Ajak Warga Anaiwoi Kolaka Bikin Eco-Enzyme
Warga Anaiwoi Kolaka Serbu Pemeriksaan Kesehatan Gratis KKN UHO: Target 40, Yang Datang 100 Lebih
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Kemenaker Genjot Program Pemagangan Nasional, Ungkap 33,5% Sarjana Salah Jurusan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Pelatihan Surveilans Vektor Dibuka, Dinkes Baubau Genjot Kapasitas Tenaga Entomolog Puskesmas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Gerakan TOSS TB Dimulai! 44 Lokasi di Baubau Jadi Target Tracing TBC Terintegrasi CKG

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Bahas Perpanjangan PKKPR Sawit di Kabawo, Marobo, dan Bone: BPN Muna Hadiri Rapat Bersama Pemkab

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Tembus Rp10 Miliar, Bapenda Muna Optimis Kejar Target Pajak Rp40 Miliar di 2026

Berita Terbaru