BAUBAU, SULTRAMEDIA — Dinas Kesehatan Kota Baubau resmi membuka Pelatihan Surveilans dan Pengendalian Vektor serta Binatang Pembawa Penyakit. Pelatihan bagi tenaga entomolog kesehatan di Puskesmas ini berlangsung Rabu (05/08/2026) hingga 10 Agustus 2026 di Baubau.
Kegiatan ini merupakan kerja sama Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Dinkes Baubau. Tujuannya jelas: memperkuat SDM dalam mengendalikan penyakit tular vektor.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, Sp.B, menyebut penyakit seperti malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, zika, filariasis, hingga leptospirosis masih jadi tantangan besar.
“Surveilans dan pengendalian vektor adalah kunci utama memutus rantai penularan penyakit. Ini harus dilakukan secara komprehensif sesuai aturan, mulai dari pengenalan bioekologi vektor, pemantauan resistensi, sampai efektivitas insektisida,” ujar dr. Frederik.
Menurut dr. Frederik, keberadaan tenaga entomolog kesehatan di Puskesmas sangat vital. Mereka bertugas bukan hanya mengidentifikasi jenis vektor dan memetakan sebarannya.
“Tugasnya juga mencatat, melapor, hingga melakukan pengendalian sesuai pedoman teknis dan SOP yang berlaku,” jelasnya.
Karena itu, Dinkes menargetkan setiap Puskesmas di Baubau punya tenaga entomolog yang kompeten. Dengan begitu surveilans bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.
dr. Frederik berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan pelatihan 6 hari ini dengan maksimal.
“Belajar, diskusi, praktik lapangan. Semoga ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Baubau,” tutupnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga entomolog kesehatan, sehingga Baubau lebih siap menghadapi ancaman penyakit tular vektor.











