BAUBAU, SULTRAMEDIA — Di tengah barisan peserta Gerak Jalan Indah (GJI) Kota Baubau, ada seorang anak yang berjalan dengan hati berbeda.
Namanya Alif, siswa SMPN 13 Baubau. Di saat teman-temannya bersorak meriahkan HUT RI, Alif sedang menahan duka. Ibundanya baru saja meninggal dunia.
Tapi Alif memilih tetap melangkah. Demi regu. Demi tanggung jawab.
Kisah itu sampai ke telinga Wali Kota Baubau, Yusran Fahim. Jumat (14/8/2026), orang nomor satu di Kota Baubau itu langsung bertandang ke rumah Alif.
Didampingi Sekda, Kadis Sosial, Plt Kalaksa BPBD, Kadis Damkar, dan Camat Sorawolio, Wali Kota Yusran menyampaikan rasa bangga sekaligus haru.
Menurutnya, keputusan Alif tetap mengikuti GJI bukan berarti melupakan duka. Justru sebaliknya, itu bukti tanggung jawab besar seorang anak kepada timnya.
“Ini luar biasa. Dalam kondisi seperti itu, dia masih punya semangat dan rasa tanggung jawab terhadap barisannya. Ini patut kita apresiasi,” ungkap Yusran.
Tak hanya apresiasi. Pemkot Baubau langsung bergerak. Wali Kota menginstruksikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk mengusulkan bantuan beasiswa pendidikan bagi Alif.
Selain itu, Pemkot juga akan mengusulkan Alif masuk Program Keluarga Harapan (PKH), mengingat ia kini telah kehilangan orang tua.
“Harapan saya, anak-anak almarhumah tetap melanjutkan pendidikan. Pemerintah akan berupaya membantu melalui beasiswa sehingga mereka tetap bisa sekolah dan mengejar cita-citanya,” harap Wali Kota.
Sebagai bentuk penghargaan atas keteladanan, Alif juga akan diundang khusus ke malam resepsi kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pantai Kamali, Senin (17/8/2026) malam.
Bagi Pemkot, semangat Alif adalah cerminan nilai perjuangan yang sesungguhnya. Di balik kemeriahan GJI 2026, ada kisah seorang anak yang tetap berdiri tegak menjalankan tugas, meski hatinya tengah remuk.
Langkah kecil Alif di lintasan GJI, ternyata meninggalkan jejak besar. Jejak tentang tanggung jawab, keberanian, dan harapan.











