Ambulance Laut Sultra: Cara Kerja dan Alur Rujukannya

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, SULTRAMEDIA — Di Sulawesi Tenggara, laut adalah jalan utama. Terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang akses daratnya terbatas.

Untuk menjawab tantangan itu, Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua membentuk jejaring ambulance laut. Tujuannya satu: memastikan pasien darurat bisa dirujuk ke rumah sakit dengan cepat dan aman.

Program ini bukan hanya soal menambah kapal. Pemprov membangun sistem rujukan yang terhubung, agar armada bisa menjangkau lebih banyak wilayah secara efektif.

Melalui perubahan KUA-PPAS 2026, Pemprov Sultra menambah 7 unit ambulance laut. Sebelumnya sudah ada 2 unit yang dialokasikan.

Total kini ada 9 unit ambulance laut. Terdiri dari 4 unit tipe large dan 5 unit tipe medium. Kesembilan armada ini akan melayani 17 kabupaten/kota di Sultra.

Penempatannya disesuaikan dengan kondisi wilayah dan panjang rute.

Tipe large ditempatkan di Wakatobi, Bombana, Buton Selatan, dan Buton Utara. Armada ini difokuskan untuk koridor jarak jauh, perairan terbuka, dan butuh stabilitas tinggi.

Tipe medium ditempatkan di Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, dan Konawe Utara. Armada ini lebih fleksibel untuk rute antar pulau dan pelayanan lokal.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Ambulance laut Sultra bekerja dengan sistem coverage. Artinya satu pangkalan ambulance bisa melayani beberapa wilayah di sekitar koridor operasinya.

Baca Juga:  Lahan 9.327 M² di Buton Utara Diserobot, Kuasa Hukum Laporkan Sejumlah Oknum ke Polisi

Berikut alur rujukannya:

1. Laporan dari Faskes Tingkat Pertama
Saat pasien di Puskesmas atau klinik butuh rujukan, petugas langsung berkoordinasi dengan ambulance laut terdekat.

2. Penjemputan Pasien
Ambulance laut menjemput pasien dari pulau dan membawanya ke Rumah Sakit kabupaten/kota sesuai rujukan awal.

3. Rujukan ke Hub
Jika butuh penanganan lanjutan, pasien diteruskan ke hub rujukan di Baubau dan Kendari.

4. Rujukan Definitif
Dari dua hub ini, pasien dirujuk lagi ke rumah sakit rujukan definitif sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan medisnya.

Dengan skema ini, Pemprov tidak membagi kapal secara merata. Tapi menempatkannya di titik-titik strategis yang manfaatnya paling besar bagi masyarakat.

“Dalam kondisi darurat, yang dibutuhkan bukan hanya kapal yang tersedia. Tapi kapal yang tepat, di lokasi yang tepat, melayani rute yang tepat, dan mampu membawa pasien ke layanan kesehatan dengan aman dan cepat,” jelas Pemprov Sultra dalam rilisnya, Sabtu (05/09/2026).

Hadirnya ambulance laut menjadi jawaban atas tantangan geografis Sultra. Dengan adanya jejaring ini, diharapkan waktu tempuh rujukan bisa dipangkas dan tidak ada lagi warga yang terlambat mendapat pertolongan karena terkendala laut.

Karena bagi Pemprov Sultra, jarak tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pangan Sedunia 2026, BULOG Raha Gelar Pasar Murah Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
Rapat Tata Batas Yonif TP, Kantah Muna Perkuat Sinergi Dengan Pemkab
PABERSI Muna Siapkan 24 Atlit Pada Porprov Sultra 2026, Bidik Medali Bukan Sekedar Partisipasi
BLHKP Ungkap Fakta Pahit IPAL SPPG di Muna: Dibangun Tanpa Koordinasi dan “Tak Layak”
Asap Selimuti Kota Raha, Aktivis Lingkungan Minta Pemda Ambil Langkah Penanganan
Tim Peneliti Kolaborasi BRIN Ekspose Hasil Riset Liangkabori, Pemda Muna Siapkan Digitalisasi dan Diseminasi
Kantor Pertanahan Muna Gelar Rapat Integrasi Reforma Agraria: Dukung Perpres 62/2023
BMKG: 17 Wilayah di Sultra Terdampak Kabut Asap Kategori Sedang, Jarak Pandang Turun di Bawah 5 Km
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Hari Pangan Sedunia 2026, BULOG Raha Gelar Pasar Murah Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Rapat Tata Batas Yonif TP, Kantah Muna Perkuat Sinergi Dengan Pemkab

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BLHKP Ungkap Fakta Pahit IPAL SPPG di Muna: Dibangun Tanpa Koordinasi dan “Tak Layak”

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Asap Selimuti Kota Raha, Aktivis Lingkungan Minta Pemda Ambil Langkah Penanganan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Tim Peneliti Kolaborasi BRIN Ekspose Hasil Riset Liangkabori, Pemda Muna Siapkan Digitalisasi dan Diseminasi

Berita Terbaru

Berita Daerah

Rapat Tata Batas Yonif TP, Kantah Muna Perkuat Sinergi Dengan Pemkab

Selasa, 20 Okt 2026 - 08:59 WIB