KENDARI, SULTRAMEDIA — Di Sulawesi Tenggara, laut adalah jalan utama. Terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang akses daratnya terbatas.
Untuk menjawab tantangan itu, Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua membentuk jejaring ambulance laut. Tujuannya satu: memastikan pasien darurat bisa dirujuk ke rumah sakit dengan cepat dan aman.
Program ini bukan hanya soal menambah kapal. Pemprov membangun sistem rujukan yang terhubung, agar armada bisa menjangkau lebih banyak wilayah secara efektif.
Melalui perubahan KUA-PPAS 2026, Pemprov Sultra menambah 7 unit ambulance laut. Sebelumnya sudah ada 2 unit yang dialokasikan.
Total kini ada 9 unit ambulance laut. Terdiri dari 4 unit tipe large dan 5 unit tipe medium. Kesembilan armada ini akan melayani 17 kabupaten/kota di Sultra.
Penempatannya disesuaikan dengan kondisi wilayah dan panjang rute.
Tipe large ditempatkan di Wakatobi, Bombana, Buton Selatan, dan Buton Utara. Armada ini difokuskan untuk koridor jarak jauh, perairan terbuka, dan butuh stabilitas tinggi.
Tipe medium ditempatkan di Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, dan Konawe Utara. Armada ini lebih fleksibel untuk rute antar pulau dan pelayanan lokal.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Ambulance laut Sultra bekerja dengan sistem coverage. Artinya satu pangkalan ambulance bisa melayani beberapa wilayah di sekitar koridor operasinya.
Berikut alur rujukannya:
1. Laporan dari Faskes Tingkat Pertama
Saat pasien di Puskesmas atau klinik butuh rujukan, petugas langsung berkoordinasi dengan ambulance laut terdekat.
2. Penjemputan Pasien
Ambulance laut menjemput pasien dari pulau dan membawanya ke Rumah Sakit kabupaten/kota sesuai rujukan awal.
3. Rujukan ke Hub
Jika butuh penanganan lanjutan, pasien diteruskan ke hub rujukan di Baubau dan Kendari.
4. Rujukan Definitif
Dari dua hub ini, pasien dirujuk lagi ke rumah sakit rujukan definitif sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan medisnya.
Dengan skema ini, Pemprov tidak membagi kapal secara merata. Tapi menempatkannya di titik-titik strategis yang manfaatnya paling besar bagi masyarakat.
“Dalam kondisi darurat, yang dibutuhkan bukan hanya kapal yang tersedia. Tapi kapal yang tepat, di lokasi yang tepat, melayani rute yang tepat, dan mampu membawa pasien ke layanan kesehatan dengan aman dan cepat,” jelas Pemprov Sultra dalam rilisnya, Sabtu (05/09/2026).
Hadirnya ambulance laut menjadi jawaban atas tantangan geografis Sultra. Dengan adanya jejaring ini, diharapkan waktu tempuh rujukan bisa dipangkas dan tidak ada lagi warga yang terlambat mendapat pertolongan karena terkendala laut.
Karena bagi Pemprov Sultra, jarak tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkan layanan kesehatan.












