“Itu Pembodohan”! Rabiali Buka 9 Fakta Bantah Klaim La Ode Riago Soal Omputo Sangia

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, SULTRAMEDIA — La Ode Riago kembali menuai sorotan. Kali ini terkait pernyataannya sebagai Narasumber diskusi dengan tema Penganugerahan Gelar Adat Muna di salah satu stasiun radio lokal nasional di Kota Kendari, Selasa (04/08/2026),

La Ode Riago mengatakan gelar Omputo Sangia disematkan pada Raja Muna La Ode Huseini diperoleh karena melakukan perpindahan/Resettlemen desa dari kampung lama Tongkuno ke Fotuno Sangia.

“Karena perpindahan itulah La Ode Huseini diberi gelar Omputo Sangia,” tutur La Ode Riago.

Menanggapi pernyataan itu, Pemerhati adat, sejarah dan Budaya Muna La Ode Muhammad Rabiali mengatakan kalau masih “bodoh” jangan jadi Narsum. Resettlemen desa dari kampung lama Tongkuno dan sekitarnya itu terjadi tahun 1970-1973.

“Masa eksistensi Omputo Sangia La Ode Huseini di periode sekitar tahun 1720-an. Dari situ saja pernyataan La Ode Riago sesat dan lemah,” ketus Rabiali melalui keterangan tertulisnya, Jumat (07/08/2026).

Rabiali menyatakan bahwa gelar Omputo Sangia yang disematkan pada La Ode Huseini adalah karena kesaktian, keberanian, karomah, dan juga peran beliau yang sangat besar dan strategis di Kerajaan Muna dan Kesultanan Buton.

“Tidak sembarang orang diberi gelar Sangia apalagi didahului dengan kata Omputo melainkan benar-benar memiliki kelebihan khusus, yang sangat ditakuti dan dikeramatkan,” tegasnya.

*9 Fakta Bantahan Rabiali Soal Omputo Sangia*

Kandidat Doktor IPB University itu menjelaskan bahwa La Ode Huseini diberi gelar Omputo Sangia karena beberapa hal berikut, diantaranya:

Pertama, adalah atas keberanian, sikap ksatria dan karomah yang dia miliki selama menjadi Kapita di Kesultanan Buton. Patut diketahui bahwa sebelum menjadi Raja Muna, La Ode Huseini menjabat sebagai Kapita di Kesultanan Buton, di masa Sultan Buton La Ngkariri (1712-1750).

Selama mengawal Sultan Buton ke-19 itu, Kesultanan Buton menggapai kejayaannya dimana tidak ada satu pun pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat termasuk gangguan dari luar kesultanan, juga dari Ke-3 Bharatanya, yaitu: Kerajaan Tiworo, Kulisusu dan Kehedupa. Dengan keberadaan La Ode Huseini, Sultan La Ngkariri bisa bertahan selama 38 tahun, dan menjadi Sultan yang paling lama berkuasa.

*Kedua*, dalam buku _Sejarah dan Adat Fiy Darul Butuni_ yang ditulis oleh Zahari, dkk (1977), yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dijelaskan bahwa “…Adapun pengangkatan Kolaki (La Ode Huseini) sebagai Kapitaraja di samping karena juga berhak atas kedudukan itu sesuai dengan keturunannya, juga karena jasa dan keberaniannya dalam banyak kali melakukan pengamanan sesuatu kejadian di dalam Kesultanan Buton maupun di Kerajaan Muna.

*Ketiga*, selama menjadi Raja Muna, La Ode Huseni tidak pernah mau bekerjasama dengan Belanda dan Buton. Bahkan di periode ke-2 La Karambau sebagai Sultan Buton ke-23, La Ode Huseini membantu perjuangan La Karambau melawan Belanda yaitu pada periode tahun 1760-1763.

Selain mengirimkan bala bantuan di gunung Siontapina yang menjadi markas La Karambau, La Ode Huseini melindungi anak cucu La Karambau yang melarikan diri ke Muna akibat kejaran VOC Belanda.

Baca Juga:  Gardu Domino Kontu Mekar Resmi Terbentuk: Dimeriahkan Pertandingan Antar Komunitas, 32 Pasang Ikut Berpartisipasi

*Keempat*, Di tahun 1763 La Ode Huseini menyatakan perang kepada Buton setelah diangkatnya La Jampi sebagai Sultan Buton. La Ode Huseini tidak menghendaki pengangkatan La Jampi sebagai Sultan Buton karena selain ada campur tangan Belanda, La Jampi juga dianggap sebagai boneka Belanda.

Dalam buku _Sejarah dan Adat Fiy Darul Butuni_ yang ditulis oleh Zahari, dkk (1977) dijelaskan sebagaimana berikut ini: “..di Muna Kolaki (La Ode Huseini) berhasil mempengaruhi Syarat Muna dan tidak lama kemudian ia diangkat menjadi Raja Muna. Setelah ia menjadi Raja Muna, dia menyatakan perang kepada Buton.”

*Kelima*, di masa menjadi Raja Muna, La Ode Huseini menginisiasi pembangunan beberapa benteng untuk melindungi Kerajaan Muna dari serangan orang-orang Tiworo, Bone, dan Laiwui. Beberapa benteng yang dibangun (Batoa 1991) diantaranya adalah benteng Parit di Wasolangka, benteng Wadolau, benteng Lakauale, dan Latompui di Kalogha yakni disebelah barat Lambu Bhalano (Lawa), dan pangkalan perang di desa Tanjung Batu (Hanafi 2004).

*Keenam*, La Ode Huseini berhasil melindungi Kerajaan Muna dari gangguan orang-orang Tiworo/Kerajaan Tiworo yang akan memperluas wilayah kekuasaan dengan mengambil lahan-lahan disekitar Lasehao sampai Lawa Muna Barat sekarang ini.

Markas pasukan Tiworo saat itu ada di bukit Lapadaku yang dipimpin oleh La Siapamu. Dalam makalah Hanafi (2004) disebutkan bahwa atas serangan La Butolo (Bontono Lasehao) pimpinan pasukan Tiworo bernama La Siapamu dan pasukannya lari berantakan meninggalkan markas.

Dan La Butolo sebagai pemimpin perang yang dipercaya oleh La Ode Huseini berhasil merebut sepucuk bedil yang dimiliki oleh pasukan La Siapamu, yang wujudnya sekarang tersimpan didepan masjid Kotano Wuna.

*Ketujuh*, sebelum adanya perang yang ke-2 dengan Tiworo, dalam buku berjudul _Kerajaan Muna_ yang ditulis Batoa (1991) disebutkan bahwa dimasa La Ode Huseini, telah terjadi perang besar antara Muna dan Tiworo.

La Ode Huseini mempercayakan pimpinan perang kepada La Ode Ngkamase dimana perang itu dimenangkan oleh Kerajaan Muna. Akibat perang itu panglima perang Tiworo La Ngkapipi gugur dimedan perang.

*Kedelapan*, untuk menghadapi serangan dari koalisi Belanda, Buton dan Bone, La Ode Huseini membangun aliansi kerjasama dengan Kerajaan Gowa. Dalam tradisi lisan, juga dikuatkan dengan referensi Batoa (1991), disebutkan bahwa La Ode Huseini mengutus anaknya La Ode Kentukoda ke Gowa untuk membangun kerjasama.

*Kesembilan*, Karena pengaruh nama besar dan didikannya, salah seorang anaknya bernama La Ode Kentukoda diangkat menjadi panglima perang pertama (sebelum diangkat menjadi Raja Muna) di Bharata Kahedupa (sekarang Kab. Wakatobi) dengan gelar Sangia di Kasidaa. Dan turunannya kemudian menjadi Raja di Kahedupa.

9 point utama itulah kata Rabiali menjadikan La Ode Huseni diberi gelar Omputo Sangia dan atau Raja yang dikeramatkan.

“Gelar ini sama dengan apa yang digunakan oleh Sultan Buton ke-19 di Buton, yang adalah mertua Omputo Sangia yaitu Sultan La Ngkariri yang disebut Oputa Sangia (dalam istilah Muna Omputa Sangia),” pungkas Rabiali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Buteng Usulkan “Trans Marine” Pertama di Indonesia, Pemuda Dikasih Kapal + Rumah Gratis
Kemenaker Genjot Program Pemagangan Nasional, Ungkap 33,5% Sarjana Salah Jurusan
Pelatihan Surveilans Vektor Dibuka, Dinkes Baubau Genjot Kapasitas Tenaga Entomolog Puskesmas
Gerakan TOSS TB Dimulai! 44 Lokasi di Baubau Jadi Target Tracing TBC Terintegrasi CKG
Bahas Perpanjangan PKKPR Sawit di Kabawo, Marobo, dan Bone: BPN Muna Hadiri Rapat Bersama Pemkab
Heboh! Jatah MBG Siswa SMKN 3 Muna Diduga Berulat, SPPG Butung-Butung Buka Suara
Tembus Rp10 Miliar, Bapenda Muna Optimis Kejar Target Pajak Rp40 Miliar di 2026
Acuan 5 Surat BKN, Ini Daftar 94 Kepsek SD dan SMP Yang Dilantik Bupati Muna
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:33 WIB

“Itu Pembodohan”! Rabiali Buka 9 Fakta Bantah Klaim La Ode Riago Soal Omputo Sangia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Pemkab Buteng Usulkan “Trans Marine” Pertama di Indonesia, Pemuda Dikasih Kapal + Rumah Gratis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Kemenaker Genjot Program Pemagangan Nasional, Ungkap 33,5% Sarjana Salah Jurusan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Pelatihan Surveilans Vektor Dibuka, Dinkes Baubau Genjot Kapasitas Tenaga Entomolog Puskesmas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Bahas Perpanjangan PKKPR Sawit di Kabawo, Marobo, dan Bone: BPN Muna Hadiri Rapat Bersama Pemkab

Berita Terbaru