KENDARI, SULTRAMEDIA — Digitalisasi UMKM di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Triwulan II 2026, pengguna QRIS di Sultra tembus 350 ribu, naik 23,20% dibanding tahun lalu. Jumlah merchant juga naik 28,49% menjadi lebih dari 267 ribu pelaku usaha dengan total transaksi 5,23 juta kali.
Data ini disampaikan oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, saat membuka Sultra Maimo 2026 di The Park Kendari, Jumat (7/8/2026). Sekaligus ia meresmikan Gerai Ekspor Sultra (GETRA) bertema “Membuka Gerbang UMKM Menuju Dunia”.
Transformasi Digital Berjalan, Tapi…
Gubernur menyebut digitalisasi jadi kunci UMKM untuk memperluas pasar, mengefisienkan usaha, dan memudahkan transaksi konsumen.
“Data tersebut menunjukkan transformasi digital di Sulawesi Tenggara berkembang sangat baik. Ke depan saya berharap semakin banyak UMKM yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan, UMKM saat ini bukan lagi sekadar program pemberdayaan. UMKM sudah jadi strategi pembangunan daerah lewat peningkatan produktivitas, hilirisasi, dan penguatan industri kreatif.
Tantangan Ekspor Masih Besar
Namun di balik pertumbuhan QRIS, Gubernur mengingatkan ada pekerjaan rumah besar: tembus pasar ekspor.
Produk unggulan Sultra seperti perikanan, kopi, olahan pangan, kerajinan, wastra, hingga kuliner dinilai punya potensi besar di pasar internasional.
Masalahnya masih klasik: standar mutu, sertifikasi produk, dan penguatan kemasan.
“Ini tantangan yang harus dijawab bersama. Tanpa peningkatan mutu dan pendampingan berkelanjutan, produk kita akan sulit bersaing di pasar global,” tegasnya.
Untuk menjawab tantangan itu, Pemprov Sultra meluncurkan GETRA. Lewat gerai ini, UMKM akan dapat layanan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor.
Gubernur mengajak pelaku UMKM memanfaatkan GETRA sebagai sarana naik kelas dan memahami proses ekspor.
Sultra Maimo 2026 sendiri berlangsung 2–9 Agustus 2026. Tujuannya mendorong penguatan UMKM melalui kualitas produk, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga pengembangan pasar ekspor.
“Jangan sampai digital kita maju, tapi produk kita masih jalan di tempat. Manfaatkan momentum ini untuk inovasi dan kemitraan baru,” harap Gubernur.











