BUSEL, SULTRAMEDIA — Perayaan adat Meta’u’a yang digelar masyarakat Binawakili di tahun 2026 kembali menjadi ajang penting bagi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Selain sebagai wujud pelestarian budaya, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan arah pembangunan di wilayah Siompu dan Siompu Barat. Acara berlangsung pada Minggu, 20 September 2026.
Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari masyarakat adat, pemangku adat, panitia pelaksana, pemerintah desa, hingga para tokoh masyarakat dinilai konsisten menjaga warisan Meta’u’a dari generasi ke generasi.
Bagi Wabup, Meta’u’a bukan sekadar seremoni tahunan. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, gotong royong, silaturahmi, dan rasa tanggung jawab kolektif yang sudah melekat pada jati diri warga Siompu.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Buton Selatan La Ode Harwanto membacakan pesan Bupati H. Muhammad Adios terkait program pembangunan. Salah satunya adalah rencana pengadaan dua unit mesin pembangkit listrik berkapasitas 500 kVA pada 2026. Program ini ditargetkan untuk menjawab kebutuhan listrik di Siompu dan Siompu Barat.
Pembangunan infrastruktur jalan juga masuk dalam prioritas. Namun pelaksanaannya akan dilakukan bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran dan perencanaan daerah.
Momentum tahun ini terasa lebih istimewa karena tradisi Meta’u’a resmi mengantongi pengakuan dari pemerintah pusat. Sertifikat dari Kementerian Kebudayaan telah diterima pada 15 Desember 2025 lalu.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sultra Ridwan Badala, unsur DPRD Buton Selatan, kepala OPD, Plt. Sekretaris DPRD, Camat Siompu, para kepala desa, tokoh adat, kepala sekolah, dan ratusan warga adat Siompu.












