BAUBAU, SULTRAMEDIA — Hitung mundur menuju Hari Jadi Kota Baubau ke-485 sudah dimulai. Tepat 17 Oktober 2026, Kota Beradat ini akan genap berusia 485 tahun.
Namun di tengah euforia persiapan, Pemerintah Kota Baubau mengingatkan satu hal penting: jangan sampai perayaan tertutup asap.
Peringatan itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Baubau, La Ode Aswad saat memimpin apel gabungan ASN, Senin (07/09/2026).
Ia meminta seluruh OPD segera bergerak menyusun agenda kegiatan, meski SK panitia resmi belum terbit. Waktu 40 hari dinilai mepet jika persiapan baru dimulai saat panitia terbentuk.
“Menjelang Hari Jadi Kota Baubau ke-485 pada 17 Oktober mendatang, persiapan awal mulai kita gerakkan sembari menunggu pembentukan panitia,” ujarnya.
Selain agenda peringatan, La Ode Aswad juga menyoroti kondisi Baubau yang saat ini dilanda musim kemarau panjang. Cuaca kering membuat potensi kebakaran lahan dan pemukiman meningkat.
Untuk itu ia menginstruksikan ASN menjadi corong imbauan ke masyarakat. Salah satunya larangan membakar sampah sembarangan di rumah, kebun, maupun lahan kosong.
“Dengan kondisi musim kemarau seperti sekarang, kita mengimbau seluruh pegawai dan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan rumah, kebun maupun tempat lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan kebakaran harus jadi tanggung jawab bersama. ASN diminta memberi contoh, sementara masyarakat diajak aktif melapor jika melihat titik api atau aktivitas pembakaran yang membahayakan.
“Jangan sampai kita sibuk mempersiapkan pesta rakyat, tapi kecolongan karena kebakaran. Mari kita jaga Baubau tetap aman dan bersih menyambut hari jadinya,” pungkasnya.
Dengan dua fokus ini, Pemkot Baubau diuji. Di satu sisi harus menyukseskan perayaan 485 tahun, di sisi lain memastikan kota tidak dilalap api saat musim kemarau.












