BPBD-Distan Baubau Tinjau Sawah Kekeringan di Bungi: Petani Butuh Air

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAUBAU, SULTRAMEDIA — Dampak puncak musim kemarau mulai terasa di Kecamatan Bungi. Sejumlah petak sawah mengalami kekurangan air hingga tanahnya retak. Menanggapi kondisi itu, BPBD dan Dinas Pertanian serta Ketahanan Pangan Kota Baubau langsung turun ke lapangan, Sabtu (05/09/2026).

Kunjungan dipimpin Plt Kepala BPBD Kota Baubau, Moh. Tasdik bersama Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ibnu Wahid. Turut serta Dinas PUPR, Camat Bungi Hasrun, Lurah Ngkaring-Karing, dan tim penyuluh pertanian.

Dari hasil pantauan, debit air irigasi menurun. Akibatnya area hilir paling merasakan dampaknya dengan kondisi tanah yang mulai merekah. Meski belum meluas ke seluruh wilayah, potensi kekeringan dinilai bisa bertambah jika kemarau terus berlanjut.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan laporan. Titik terdampak, luas lahan, dan kondisi riil harus dicek langsung. Ini jadi bahan rekomendasi ke Wali Kota,” ujar Tasdik.

Para petani menyampaikan keluhan terkait distribusi air yang belum merata. Mereka juga mengusulkan adanya pipanisasi agar penyaluran air lebih efisien.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Muna Hadiri Rapat Koordinasi Penyelesaian Pertanahan di Desa Laiba

Untuk penanganan jangka pendek, BPBD mendorong sistem gilir air yang adil sampai ke petak paling ujung. Langkah lain, Balai Wilayah Sungai Provinsi akan memberikan subsidi BBM solar untuk operasional pompa alkon.

Pendampingan oleh penyuluh pertanian juga diperketat. Sementara usulan pipanisasi dan perbaikan jaringan irigasi tersier dicatat sebagai kebutuhan prioritas yang akan dibahas Dinas Pertanian dalam perencanaan daerah.

Kadistan Baubau, Ibnu Wahid menyebut dampak saat ini masih ringan hingga sedang. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mendorong petani mendaftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk meminimalisir risiko gagal panen.

Mengacu prakiraan BMKG, puncak kemarau dipengaruhi El Nino diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

“Kami imbau masyarakat waspada kekeringan, krisis air bersih, dan potensi kebakaran lahan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga 63 Tahun Hilang di Hutan Wuna Muna Saat Pasang Jerat, Tim SAR Lakukan Pencarian
Wamen Ossy: Sertipikat MBR Banjar Jadi Bukti Negara Hadir
Ambulance Laut Sultra: Cara Kerja dan Alur Rujukannya
Rapat di Baubau, BPH Migas Minta Pemda dan Forkopimda Perkuat Monitoring dan Pengawasan Distribusi BBM
Dirjen Migas Datang Antrean SPBU di Sultra Jadi Tertib, Padahal Sehari-hari Padat Merayap
Biar Tak Antre Lagi! Bupati Muna Ajukan Tambahan Kuota BBM dan SPBU Baru ke Pertamina
Bupati Muna Bachrun: Kepsek Poligami = Mundur Dari Jabatan
Bupati Buteng Desak PLN: Listrik Kepulauan Jangan Jadi Janji, Talaga Raya Masih Gelap!
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 04:36 WIB

Warga 63 Tahun Hilang di Hutan Wuna Muna Saat Pasang Jerat, Tim SAR Lakukan Pencarian

Minggu, 6 September 2026 - 03:53 WIB

BPBD-Distan Baubau Tinjau Sawah Kekeringan di Bungi: Petani Butuh Air

Sabtu, 5 September 2026 - 12:59 WIB

Wamen Ossy: Sertipikat MBR Banjar Jadi Bukti Negara Hadir

Sabtu, 5 September 2026 - 06:43 WIB

Rapat di Baubau, BPH Migas Minta Pemda dan Forkopimda Perkuat Monitoring dan Pengawasan Distribusi BBM

Jumat, 4 September 2026 - 07:15 WIB

Dirjen Migas Datang Antrean SPBU di Sultra Jadi Tertib, Padahal Sehari-hari Padat Merayap

Berita Terbaru

Berita Daerah

Wamen Ossy: Sertipikat MBR Banjar Jadi Bukti Negara Hadir

Sabtu, 5 Sep 2026 - 12:59 WIB