KENDARI, SULTRAMEDIA — Kapal motor angkutan barang KM Legenda Nusantara 99 terbakar hebat hingga meledak dan tenggelam di perairan antara Pulau Selayar dan Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sultra, Senin malam (31/8/2026).
Kapal yang berlayar dari Jakarta menuju Morowali itu diketahui mengangkut muatan berbahaya berupa cairan chemical dan alat berat. Berdasarkan manifest, jumlah Person on Board (POB) sebanyak 13 orang termasuk nahkoda kapal.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Kendari, Saiful mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Selasa (1/9/2026) pukul 08.35 WITA.
“Kami langsung memberangkatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna menggunakan speedboat Polairud menuju titik pertemuan evakuasi medis di perairan Tampo,” ujar Saiful saat dikonfirmasi.
Sebelum tim SAR tiba, seluruh 13 POB sempat dievakuasi lebih dulu oleh KM KBR Benua Dua yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Proses evakuasi lanjutan kemudian dilakukan oleh tim gabungan dari Staf Operasi Basarnas Kendari, Tim Rescue USS Muna, Polairud Muna, KUPP Raha, Kesehatan Pelabuhan, Puskesmas Tampo, serta masyarakat setempat.
Daftar Nama Awak KM Legenda Nusantara 99:
Meninggal Dunia 2 Orang:
1. Jon Purba – Seken, meninggal dunia di atas kapal;
2. Yudi – Oiler 3, meninggal dunia saat dalam perjalanan ke RSUD dr. LM Baharuddin Raha;
ABK Lainnya yang Selamat:
3. Sahariar – Kapten;
4. Harianto – KKM;
5. Surya Darma – Mualim 1;
6. Kasri – Juru Mudi;
7. Andi Beril – Juru Mudi;
8. Hidayanto – Juru Mudi;
9. Ace Baharudin – Masinis 2;
10. Ali Muktar – Masinis 3;
11. Faizal – Oiler 1;
12. Taufik – Oiler 2; dan
13. Aksan – Koki.
Komandan Marnit Muna, AIPDA Karim menambahkan sebagian besar korban mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal saat kapal terbakar.
“Awak kapal saat ini masih menjalani pengobatan di RSUD dr LM Baharuddin Raha. Korban mengalami sesak sehingga perlu dilakukan perawatan medis,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api berasal dari bocornya cairan kimia yang memicu ledakan.
Tim gabungan juga masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi pencemaran laut akibat tumpahan chemical.
Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat dan nelayan agar tidak mendekati lokasi kejadian guna menghindari risiko paparan cairan berbahaya.












