KENDARI, SULTRAMEDIA — Harga pangan kembali jadi perhatian utama Pemerintah Kota Kendari. Penyebabnya, kelompok makanan, minuman dan tembakau masih jadi penyumbang terbesar perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) di ibu kota Sultra.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Rilis IHK dan Inflasi Kota Kendari yang digelar BPS Kota Kendari di Aula Lantai II Kantor BPS, Senin (03/08/2026).
Mewakili Wali Kota, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kendari, Nismawati hadir memimpin pembahasan bersama TPID, Bank Indonesia, dan sejumlah OPD terkait.
Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawati Efendy memaparkan 3 angka inflasi terbaru:
– m-to-m Juli vs Juni 2026: 0,16%
– y-on-y Juli 2026 vs Juli 2025: 3,82%
– y-to-d Juli 2026 vs Des 2025: 4,23%
Menurutnya, lonjakan paling terasa ada di kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Asisten II Setda Pemkot Kendari, Nismawati menegaskan pengendalian inflasi adalah prioritas Pemkot Kendari karena berdampak langsung ke stabilitas ekonomi dan daya beli warga.
“Pemerintah Kota Kendari akan terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas pangan, agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Untuk itu, Pemkot akan memperkuat 3 hal: ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga di pasaran.
Dalam diskusi, TPID Kota Kendari bersama BI dan OPD membahas antisipasi gejolak harga beberapa bulan ke depan.
Komitmen yang ditegaskan:
1. Pemantauan harga rutin di pasar;
2. Penguatan koordinasi lintas sektor; dan
3. Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah jika diperlukan.
“Data dari BPS ini penting jadi dasar kita mengambil kebijakan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan,” tambah Nismawati.
Dengan sinergi Pemkot, BPS, BI dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkot berharap stabilitas harga di Kendari tetap terjaga. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi daerah, daya beli, dan kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat.











