MUNA, SULTRAMEDIA — Satu batang kayu jati yang selama ini menjadi penghias ikonik di bagian depan Museum Bharugano Wuna, Jl. Bypass Kota Raha, ditemukan roboh dan tercabut, Selasa (04/08/2026) pagi. Aksi diduga pencurian oleh orang tak dikenal itu menjadi kejadian pertama sepanjang sejarah museum.
Jati berukuran panjang sekitar 1,5 meter dengan diameter 30 cm itu memang sengaja dipajang di gerbang depan museum sebagai miniatur identitas daerah. Posisinya yang strategis ternyata menarik perhatian pihak tak bertanggung jawab.
“Baru kali ini terjadi. Jati yang tersusun rapi di bagian depan sudah terlepas dari dudukannya,” kata Kabid Kebudayaan Dikbud Muna yang juga Plt. Kepala Museum Bharugano Wuna, Hadi Wahyudi.
Hal senada disampaikan salah satu pegawai museum, La Gia. Ia menduga ada orang tertentu yang sengaja mencabut batangan jati tersebut.
“Ada 1 batang sudah roboh tercabut, posisinya di gerbang kanan depan,” ujarnya.
Beruntung kayu jati itu berhasil diamankan petugas sebelum benar-benar dibawa kabur. Kini batangan jati tersebut disimpan di bawah rumah adat Museum Bharugano Wuna.
“Kita simpan di kolong rumah, diguling bareng teman bertiga. Kejadian ini sudah kami laporkan ke atasan,” kata Gia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak museum melakukan pengawasan dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Batangan jati itu bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari simbol budaya yang melekat pada Museum Bharugano Wuna.











