Selat Buton Dijaga Ketat: Sinergi Aparat dan Warga Perkuat Perlindungan Laut

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muna, Sultramedia – Komitmen menjaga kelestarian laut di Selat Buton kian diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan gerakan pengawasan terpadu. Hal ini diungkapkan langsung oleh, La Ode Muhammad Ramadan,
pendamping teknis program PAAP di Kabupaten Muna, Rabu (15/04/2026).

Menurutnya, di tengah ancaman praktik penangkapan ikan destruktif, sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat pesisir menjadi kunci utama dalam melindungi ekosistem laut sekaligus menjaga keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Kolaborasi dan gerakan pengawasan terpadu ini digagas oleh para kepala desa di wilayah pesisir Kabupaten Muna bersama kelompok nelayan yang tergabung dalam Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP). Inisiatif tersebut mendapat dukungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Muna, serta melibatkan aparat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) dan organisasi RARE Indonesia.

Pengawasan dilakukan secara intensif di sepanjang perairan Selat Buton, mencakup Kecamatan Maligano, Batukara, Wakorumba Selatan, Pasir Putih, Pasikolaga hingga Kapontori. Tim patroli gabungan yang terdiri dari Dinas Perikanan, Polairud Muna dan Pasarwajo, pemerintah kecamatan Pasir Putih, aparat desa Kolese, Mata Indaha, Bumbu, Liwumetingki, Wambona, Lanobake, Baluara, Langkoroni, Babinsa Pasikolaga, serta kelompok PAAP wilayah Muna dan Kapontori, aktif menyisir wilayah laut untuk memastikan tidak ada praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan.

Sejumlah kepala desa seperti Kolese, Lanobake, Mataindaha, Liwumetingki, Bumbu, Wambona, Baluara, dan Langkoroni, turut terlibat langsung dalam kegiatan ini bersama aparat kepolisian sektor Maligano dan unsur masyarakat lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga laut dari ancaman kerusakan.

Baca Juga:  Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf, Menteri Nusron Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah

Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong praktik penangkapan ikan berkelanjutan serta menekan aktivitas ilegal yang merusak ekosistem.

“Praktik seperti penggunaan bom dan racun ikan tidak hanya menghancurkan terumbu karang, tetapi juga berdampak pada menurunnya populasi ikan dan mengancam kehidupan nelayan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muna menegaskan bahwa peran aktif kelompok PAAP sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan di lapangan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar masyarakat semakin memahami aturan perikanan, termasuk zonasi penangkapan ikan.

“Melalui kegiatan ini, praktik destructive fishing dapat ditekan. Apalagi, Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 telah mengatur sanksi tegas berupa denda hingga 2 miliar rupiah atau hukuman penjara maksimal enam tahun bagi pelanggarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Pos Polairud Muna menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga sumber daya laut.

“Perlindungan laut harus dimulai dari masyarakat sebagai garda terdepan. Ini bukan tugas satu pihak, melainkan hasil kerja sama yang terintegrasi,” tegasnya.

Lebih dari sekadar patroli, gerakan ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan sumber daya laut, dari eksploitasi menuju keberlanjutan. Kesadaran kolektif masyarakat yang terus tumbuh menjadi harapan baru bagi masa depan perikanan di kawasan Selat Buton.

Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, Selat Buton berpotensi menjadi contoh kawasan perikanan yang dikelola secara bertanggung jawab. Upaya ini diharapkan tidak hanya melindungi ekosistem laut saat ini, tetapi juga menjamin keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penempatan Pedagang Pembongkaran Pasar Laino Sesuai Prosedur, Camat Batalaiworu Ingatkan Soal Akses jalan dan Sampah
dr Hasrida Hamid Resmi Dilantik Sebagai Ketua IDI Baubau Periode 2025-2028
Gardu Domino Kontu Mekar Resmi Terbentuk: Dimeriahkan Pertandingan Antar Komunitas, 32 Pasang Ikut Berpartisipasi
Hadiri Musrembang Penyusunan RKPD, Kantor Pertanahan Muna Dorong Kepastian Hukum Atas Tanah
Pemkab Muna Gelar Musrembang Penyusunan RKPD: Jalan, Pengelolaan Sampah Hingga Internet Masih Jadi Keluhan
Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf, Menteri Nusron Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah Ibadah di Sulawesi Tengah
Tingkatan Pendapatan Asli Daerah, Pemkab Muna Launching Aplikasi SIPANDAI
Pertama Kali Lakukan Pendaftaran Tanah, Ini Alur Pelayanan di Kantor Pertanahan Kabupaten Muna
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:30 WIB

Selat Buton Dijaga Ketat: Sinergi Aparat dan Warga Perkuat Perlindungan Laut

Rabu, 15 April 2026 - 14:24 WIB

Penempatan Pedagang Pembongkaran Pasar Laino Sesuai Prosedur, Camat Batalaiworu Ingatkan Soal Akses jalan dan Sampah

Senin, 13 April 2026 - 02:46 WIB

dr Hasrida Hamid Resmi Dilantik Sebagai Ketua IDI Baubau Periode 2025-2028

Minggu, 12 April 2026 - 16:47 WIB

Gardu Domino Kontu Mekar Resmi Terbentuk: Dimeriahkan Pertandingan Antar Komunitas, 32 Pasang Ikut Berpartisipasi

Senin, 6 April 2026 - 13:21 WIB

Hadiri Musrembang Penyusunan RKPD, Kantor Pertanahan Muna Dorong Kepastian Hukum Atas Tanah

Berita Terbaru