MUNA, SULTRAMEDIA — Upaya menguatkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali digencarkan Pemerintah Kabupaten Muna. Ribuan warga memadati Area Pantai SOR Kota Raha, Minggu (02/08/2026), dalam “Gerakan Makan Jagung” yang dikemas lewat jalan santai dan pesta kuliner olahan jagung khas Muna.
Sekitar 700 dulang dari desa, kelurahan, instansi pendidikan, puskesmas, hingga OPD berjajar sepanjang area SOR. Aneka olahan jagung tradisional yang dimodifikasi memanjakan lidah pengunjung, mulai dari Bakso Mie Jagung, Kantinowua, Lapa-Lapa Kahitela, Sako-sako atau Ghonabu, Kanono, Kadada Pasele, Pawu Dodol, Perkedel, Katumbu, Kahole, Puding, hingga Susu Jagung.
Kuliner tersebut merupakan identitas pangan lokal Muna. Tak hanya olahan jagung, daerah pesisir juga turut meramaikan dengan sajian hasil laut seperti lobster, kerang, udang, dan ikan.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ir. Ridwan Bae, Anggota DPD RI Umar Bonte dan Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, anggota DPRD Muna, Mantan Sekda Muna Eddy Uga, para Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, serta sejumlah Kepala Sekolah se-Kabupaten Muna.
Bupati Muna Bachrun menegaskan, gerakan ini merupakan strategi Pemda dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas lokal. Jagung dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat cocok dikembangkan di tanah Muna.
“Gerakan ini sebagai upaya Pemda mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jagung ini selain sebagai makanan sehari-hari yang menyehatkan dan bernilai ekonomi, sangat cocok dikembangkan terutama di tanah Muna,” ungkap Bachrun.
Ia menambahkan, penguatan komoditas jagung sejalan dengan Visi-Misi Bachrun – La Ode Asrafil dalam konsep Industrialisasi JATI. Salah satu fokusnya adalah menjadikan jagung sebagai komoditas unggulan yang menggerakkan ekonomi rakyat.
Senada, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil mengapresiasi inovasi masyarakat dalam mengolah jagung menjadi beragam menu menarik.
“Banyak makanan inovasi dari bahan jagung. Pemda akan terus mendorong ini agar peningkatan kesejahteraan masyarakat lebih terasa dan dinikmati secara merata,” kata Asrafil.
Menurutnya, olahan jagung yang disajikan tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menunjukkan potensi besar pangan lokal dalam menopang ketahanan pangan daerah.
Melalui gerakan ini, Pemkab Muna berharap komoditas jagung bisa menjadi penggerak ekonomi baru, memperkuat ketahanan pangan, dan sekaligus melestarikan identitas kuliner daerah.











