MUNA, SULTRAMEDIA — Euforia kemenangan lomba 17 Agustus di Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna, berujung kecewa. Sejumlah peserta mengaku nilai hadiah yang diterima jauh dari harapan, padahal total anggaran kegiatan disebut mencapai Rp21 juta lebih.
Keluhan itu pertama kali mencuat lewat unggahan warga di media sosial. Akun Facebook Andrhy Sarylimpo menyoroti kecilnya nominal hadiah untuk cabang olahraga bola voli.
“Total anggaran 21 juta untuk 6 lomba. Tapi untuk bola voli totalnya cuma Rp1,7 juta. Juara 1 dapat 350 ribu. Mau heran tapi ini kenyataan,” tulisnya dalam story, Sabtu (29/8/2026) malam usai penyerahan hadiah.
Postingan itu langsung viral. Puluhan komentar dan 12 kali dibagikan, memicu perbincangan soal transparansi penggunaan dana kegiatan HUT RI di tingkat kecamatan.
Menanggapi sorotan tersebut, Camat Watopute La Ode Ondo akhirnya buka suara, Minggu (30/8/2026).
Ia merinci pembagian anggaran Rp21.350.000 untuk 6 cabang lomba. Rinciannya: Bola Voli Rp4 juta, Bola Mini Rp5 juta, Domino Rp2,5 juta, Tenis Meja Rp2,5 juta, Karaoke Rp3 juta, dan Bola Gotong Rp3 juta.
“Selain itu, ada juga anggaran Rp1,3 juta untuk pembukaan dan Rp2 juta untuk penutupan acara,” kata La Ode Ondo.
Menurutnya, porsi anggaran sudah dibagi ke masing-masing koordinator kegiatan sebelum lomba dimulai. Untuk biaya lain-lain cukup besar dan tidak dicantumkan. Selain ia mengaku menggunakan dana pribadi untuk menutupi kekurangan yang ada.
“Seluruh perhitungan sudah dilakukan sejak awal dan tidak ada dana yang diselewengkan,” pungkasnya.











