MUNA BARAT, SULTRAMEDIA — Kobaran api melanda salah satu gedung SMK Negeri 2 Muna Barat di Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, Jumat sore (18/9/2026).
Gedung sekolah tersebut dilalap si jago merah hingga hangus terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Api pertama kali terlihat oleh sejumlah siswa. Kepanikan pun langsung terjadi. Siti Nur Aminah, salah satu tenaga pendidik, spontan meminta pertolongan warga sekitar.
Upaya pemadaman awal dilakukan secara gotong royong oleh guru, siswa, dan masyarakat. Barang-barang dari ruangan di sebelah titik api juga sempat dievakuasi agar tidak ikut terbakar.
Petugas Pemadam Kebakaran baru tiba sekitar pukul 17.10 WITA. Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 17.30 WITA, api berhasil dijinakkan. Namun karena air di mobil Damkar habis, warga kembali membantu memadamkan sisa bara dan asap hingga situasi benar-benar aman.
Kepala SMKN 2 Muna Barat, Dumaria Santia Dewi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan gedung yang terbakar dulunya pernah difungsikan sebagai laboratorium kimia.
Sejumlah inventaris sekolah ikut musnah, seperti meja kursi, lemari, dispenser, kipas angin, karpet hingga perlengkapan komputer milik guru.
Total kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Data detail masih dalam proses pendataan. Beruntung, tidak ada guru maupun siswa yang menjadi korban.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Tondasi, Ruslan. Ia melihat langsung warga bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya. Asap tebal sempat terlihat dari kejauhan.
“Saya dapat laporan langsung. Warga dan anak-anak sekolah sama-sama turun padamkan api,” ujar Ruslan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak sekolah bersama aparat terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.












