Festival Liangkabori ke-4, Bupati Muna: Cita-cita Kami Kompleks Gua Prasejarah Liangkobori Jadi Pusat Penelitian dan Kawasan Geopark

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muna, Sultramedia — Bupati Kabupaten Muna, Bachrun, secara langsung hadir dan mendampingi Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon pada pergelaran Festival Liangkabori ke-4, di kawasan bersejarah Liangkabori, Sabtu (11/07/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat datang dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur Sulawesi Tenggara beserta seluruh tamu kehormatan yang hadir.

“Festival ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Muna, Pemerintah Provinsi Sultra bersama masyarakat dalam menjaga, melestarikan, mengembangkan dan memperkenalkan warisan budaya serta memajukan pariwisata,” ujar Bupati.

Bupati memaparkan keunikan Kabupaten Muna yang memiliki bentang alam karst luar biasa. Di kawasan ini terdapat ribuan lukisan cadas di gua, ceruk dan tebing yang menjadi saksi perjalanan manusia sejak puluhan ribu tahun lalu.

Selama hampir lima dekade, kawasan ini telah diteliti oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Makassar, UGM, UHO, BRIN, Griffith University Australia, dan ISBI Bandung. Hingga 2025 tercatat 66 gua, ceruk dan tebing bergambar dengan lebih dari 1.900 motif yang terdokumentasi.

*Tonggak Sejarah: 67.800 Tahun*
Puncak penemuan terjadi di akhir 2025. Melalui penelitian kolaborasi BRIN, Griffith University Australia dan peneliti internasional, 2 cap tangan negatif di Gua Metanduno berhasil ditentukan usianya menggunakan metode penanggalan uranium-thorium dengan umur minimum 67.800 tahun.

“Ini menjadi tonggak sejarah yang mengubah posisi Pulau Muna dalam peta arkeologi dunia,” tegasnya.

Baca Juga:  Investasi PT SAJ di Muna Timur! BPN Muna Pastikan Tata Ruang Kebun Kelapa Tertib

*3 Permohonan ke Pemerintah Pusat*
Bupati menyampaikan cita-cita besar agar Kompleks Gua Prasejarah Liangkobori berkembang menjadi kawasan yang memenuhi prinsip pengelolaan Geopark. Menjadi pusat penelitian, laboratorium alam, pusat edukasi budaya, sekaligus destinasi wisata budaya berkelas.

Untuk mewujudkan itu, Bupati memohon dukungan dan fasilitasi:

1. Pengusulan Liangkobori sebagai Cagar Budaya Nasional;
2. Pembangunan Infrastruktur: Peningkatan akses jalan, penataan lingkungan, jalur interpretasi, pusat informasi, museum/galeri, fasilitas penelitian dan sarana wisata; dan
3. Pemberdayaan Masyarakat: Penguatan SDM, ekonomi kreatif berbasis budaya, peningkatan kualitas pelaku wisata, kelompok sadar wisata, UMKM dan kerajinan tradisional.

Selain Liangkobori, Bupati juga memperkenalkan dua warisan budaya Muna lainnya, Kaghati Kolope, layang-layang tradisional dari daun kolope yang menarik perhatian peneliti dunia. Kemudian ada juga Benteng Kotano Wuna, peninggalan Kerajaan dan Kesultanan Muna yang menjadi simbol kejayaan peradaban masyarakat Muna.

“Karena sesungguhnya, bangsa yang besar bukan hanya mampu membangun masa depannya tetapi mampu menjaga jejak sejarahnya. Ketika kita menjaga Liangkobori, Benteng Kotano Wuna, Kaghati Kolope, sesungguhnya kita sedang menjaga martabat kebudayaan Indonesia di hadapan dunia,” pungkasnya.

Bupati menutup dengan titipan harapan: Dari tanah Muna, kami menitipkan harapan kepada Negara. Mari kita jaga Liangkobori bukan hanya sebagai kebanggaan Kabupaten Muna, tetapi sebagai warisan peradaban Indonesia yang akan terus bercerita kepada dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perwali Sudah Turun, Beasiswa Rp500 Juta Jalan: Transparansi Pemkot Kendari Diuji
Kemarau Panjang, 26 Hektare Sawah Kekeringan di Baubau: Nasib Petani Kini di Tangan Pemkot
6 Calon Sekda Sultra Lolos Administrasi, Ada Nama dari Sulbar
Lawan El Nino Dengan Waspada, Damkar Muna: Cegah Api Sebelum Padamkan
Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Baubau Evakuasi Ular, Buka Kunci Mobil Hingga Antar Warga Sakit
Gubernur Sultra: Perubahan KUA-PPAS 2026 Fokus pada Kebutuhan Dasar Masyarakat
DBH Mineral Tambah Rp49 Miliar, Pendapatan Sultra 2026 Diproyeksi Rp4,2 Triliun
Gembok, Coretan, Pipa Jebol: Drama Utang Proyek di RSUD Buteng
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Perwali Sudah Turun, Beasiswa Rp500 Juta Jalan: Transparansi Pemkot Kendari Diuji

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kemarau Panjang, 26 Hektare Sawah Kekeringan di Baubau: Nasib Petani Kini di Tangan Pemkot

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:50 WIB

6 Calon Sekda Sultra Lolos Administrasi, Ada Nama dari Sulbar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Lawan El Nino Dengan Waspada, Damkar Muna: Cegah Api Sebelum Padamkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Gubernur Sultra: Perubahan KUA-PPAS 2026 Fokus pada Kebutuhan Dasar Masyarakat

Berita Terbaru

Berita Daerah

6 Calon Sekda Sultra Lolos Administrasi, Ada Nama dari Sulbar

Jumat, 28 Agu 2026 - 11:50 WIB

Berita Daerah

Lawan El Nino Dengan Waspada, Damkar Muna: Cegah Api Sebelum Padamkan

Jumat, 28 Agu 2026 - 11:27 WIB