KENDARI, SULTRAMEDIA — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menegaskan arah Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2026 difokuskan untuk menyelesaikan kebutuhan dasar masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat memberikan penjelasan dalam Rapat Paripurna DPRD Sultra, Rabu (26/8/2026) malam di Ruang Paripurna Gedung A Sekretariat DPRD Sultra.
Gubernur menjelaskan, Perubahan KUA-PPAS 2026 merupakan penajaman arah pembangunan yang mengacu pada tema RKPD Perubahan Sultra 2026: Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat.
“Perubahan ini juga untuk menyesuaikan asumsi dasar ekonomi makro serta kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan, agar APBD 2026 berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Menurut Gubernur, kondisi ekonomi daerah menjadi dasar penyusunan perubahan anggaran. Perekonomian Sultra pada Triwulan I 2026 tumbuh 6,23 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 20,14 persen serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 16,95 persen.
Ia menekankan, perubahan anggaran diarahkan untuk menyelesaikan target prioritas RPJMD 2026, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan berbasis agromaritim.
“Perubahan anggaran di Tahun 2026 diharapkan dapat fokus pada penyelesaian kebutuhan dasar masyarakat kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur meminta DPRD Sultra melakukan pendalaman terhadap substansi perubahan agar menghasilkan kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi dan legislatif.
Ia juga menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengikuti proses pembahasan Perubahan KUA-PPAS dengan cermat dan penuh tanggung jawab, mengingat keterbatasan waktu pelaksanaan.
Kepada seluruh perangkat daerah, Gubernur meminta pembenahan sistem pelaporan keuangan dan peningkatan daya serap anggaran. Tujuannya agar pelaksanaan kegiatan tidak menumpuk pada akhir tahun.
“Mari kita terus bersinergi dalam mendorong percepatan pembangunan daerah untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera dan religius,” pungkasnya.











