Muna, Sultramedia – Pemerintah Kabupaten Muna serius mengambil langkah dalam upaya mewujudkan wilayah yang bersih dan sehat menuju Adipura. Langkah ini terus didorong dengan berbagai kebijakan strategis dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Hal ini diungkapkan saat rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekda Muna, Eddy Uga bersama tim dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi-Maluku Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH SUMA KLH/BPLH), di ruang rapat Bupati Muna, Kamis (12/03/2026).
Eddy menerangkan, Pemkab Muna serius dan berkomitmen dalam mewujudkan daerah yang bersih dan sehat.
“Kita Pemkab Muna berkomitmen untuk ini,” ujar Sekda Eddy di sela-sela rapat koordinasi.
Kepala Pusdal LH SUMA KLH/BPLH, Dr. Azri Rasul mengatakan, pihaknya mendorong dan mendukung upaya Pemkab Muna dalam mewujudkan wilayah yang bersih dan sehat menuju penghargaan Adipura. Ia menekankan, untuk mewujudkan itu semua ada 18 indikator yang mesti dipenuhi.
Indikator tersebut seperti penataan wilayah dan pengelolaan sampah di area strategis seperti pemukiman dan pasar.
“Kita bisa mulai dengan salah satu contoh pengelolaan sampah di area pasar. Tentu saja, dengan melibatkan kepala pasar bertanggung jawab penuh atas kondisi persampahan diwilayahnya. Mulai dari himbauan dan menekankan sadar sampah terhadap penjual dan pengunjung,” ungkapnya.
Lanjutnya, upaya ini juga harus didukung dengan komitmen bersama para Kepala OPD secara terintegrasi penuh tanggung jawab.
Kadis Kominfo Muna, Muh. Haidar menyebut, Pemkab Muna terus mensosialisasikan dan menggelorakan pengelolaan sampah dan penataan wilayah yang baik. Upaya itu terus terpantau dan akan terus ditingkatkan.
“Pemkab Muna terus berupaya dan bergerak menciptakan cita-cita mulia ini,” kata Haidar.
Sebelumnya, Kabupaten Muna berdasarkan hasil evaluasi pengelolaan sampah nasional berada pada peringkat 275 nasional dan urutan ke 6 se Sulawesi Tenggara dengan nilai 31,61.











