KONAWE, SULTRAMEDIA — Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Konawe, Nopri Al Ikmansyah, menyebut adanya miskomunikasi antara pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai salah satu faktor yang memicu dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 20 Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/9/2026).
Data terbaru, insiden tersebut menyebabkan 59 siswa dan guru mengalami gejala setelah menyantap MBG.
Nopri mendapat informasi bahwa seorang guru telah mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
“Ini juga ada miskomunikasi guru dan SPPG. Sebelum dibagikan guru di SMAN 20 Konawe sudah mencicipi terlebih dahulu. Katanya guru yang mencicipi sudah merasa gatal-gatal tetapi guru ini berpikir jangan sampai hanya dia yang merasa gatal-gatal. Akhirnya MBG tetap didistribusikan,” ujar Nopri.
Selain miskomunikasi, Nopri juga mengungkap kelalaian dalam proses pelabelan MBG. Label waktu santap tidak dipasang pada setiap ompreng makanan.
“Label justru ditempel dalam satu ikat ompreng. Padahal berdasarkan arahan pimpinan pusat, satu label harus digunakan untuk satu ompreng,” katanya.
Menurutnya, pencantuman label bertujuan agar penerima manfaat mengetahui batas waktu minimal makanan MBG harus disantap agar tetap layak konsumsi.
Atas kejadian tersebut, pihak BGN mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara SPPG yang memasok makanan tersebut. Penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Adapun menu MBG yang dikonsumsi saat itu terdiri dari sayur capcai, tahu kecap, bakso kuah, nasi dan pisang.
“Saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui komponen makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala pada penerima manfaat,” jelas Nopri.
Dari total 59 siswa dan guru yang terdampak, 22 orang telah dipulangkan setelah kondisinya membaik. Sementara 37 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Rinciannya, 33 orang dirawat di RSUD Konawe, 1 orang di RS Setya Bunda dan 3 lainnya di Puskesmas Tongauna.












