Korwil BGN Konawe Sebut Ada Miskomunikasi Guru dan SPPG Picu Keracunan MBG

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE, SULTRAMEDIA — Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Konawe, Nopri Al Ikmansyah, menyebut adanya miskomunikasi antara pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai salah satu faktor yang memicu dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 20 Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/9/2026).

Data terbaru, insiden tersebut menyebabkan 59 siswa dan guru mengalami gejala setelah menyantap MBG.

Nopri mendapat informasi bahwa seorang guru telah mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Ini juga ada miskomunikasi guru dan SPPG. Sebelum dibagikan guru di SMAN 20 Konawe sudah mencicipi terlebih dahulu. Katanya guru yang mencicipi sudah merasa gatal-gatal tetapi guru ini berpikir jangan sampai hanya dia yang merasa gatal-gatal. Akhirnya MBG tetap didistribusikan,” ujar Nopri.

Selain miskomunikasi, Nopri juga mengungkap kelalaian dalam proses pelabelan MBG. Label waktu santap tidak dipasang pada setiap ompreng makanan.

“Label justru ditempel dalam satu ikat ompreng. Padahal berdasarkan arahan pimpinan pusat, satu label harus digunakan untuk satu ompreng,” katanya.

Baca Juga:  Peringatan HUT ke-81 RI di Kendari: Pemkot Fokus Sinergi Pusat-Provinsi-Kota

Menurutnya, pencantuman label bertujuan agar penerima manfaat mengetahui batas waktu minimal makanan MBG harus disantap agar tetap layak konsumsi.

Atas kejadian tersebut, pihak BGN mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara SPPG yang memasok makanan tersebut. Penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Adapun menu MBG yang dikonsumsi saat itu terdiri dari sayur capcai, tahu kecap, bakso kuah, nasi dan pisang.

“Saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui komponen makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala pada penerima manfaat,” jelas Nopri.

Dari total 59 siswa dan guru yang terdampak, 22 orang telah dipulangkan setelah kondisinya membaik. Sementara 37 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Rinciannya, 33 orang dirawat di RSUD Konawe, 1 orang di RS Setya Bunda dan 3 lainnya di Puskesmas Tongauna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesta Panen Adat Wawonota’uno Kioko: Bupati Buton Utara Puji Kedermawanan Gomberto
Peringati HANTARU 2026, Kantor Pertanahan Muna Gelar Aksi Donor Darah
Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, 27 Siswa SMAN 20 Konawe Dilarikan ke RS
HANTARU 2026, Kantor Pertanahan Muna Tegaskan Komitmen “Melayani Lebih Pasti”
dr. Andi Saguni Pimpin Dewan Pengawas BLUD RSUD Bahteramas
Aksi Seorang Pria “Curi” Kotak Infaq di Apotik Raha, Polisi Lakukan Penyelidikan
Yusran Fahim Rotasi Sekretaris DPRD Jadi Kepala Pelaksana BPBD Baubau
Sabu 56 Gram Beredar di Butur: 4 Orang Diringkus, Ancaman 20 Tahun Penjara
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:52 WIB

Korwil BGN Konawe Sebut Ada Miskomunikasi Guru dan SPPG Picu Keracunan MBG

Kamis, 24 September 2026 - 14:20 WIB

Pesta Panen Adat Wawonota’uno Kioko: Bupati Buton Utara Puji Kedermawanan Gomberto

Kamis, 24 September 2026 - 13:56 WIB

Peringati HANTARU 2026, Kantor Pertanahan Muna Gelar Aksi Donor Darah

Kamis, 24 September 2026 - 10:44 WIB

Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, 27 Siswa SMAN 20 Konawe Dilarikan ke RS

Kamis, 24 September 2026 - 10:26 WIB

HANTARU 2026, Kantor Pertanahan Muna Tegaskan Komitmen “Melayani Lebih Pasti”

Berita Terbaru

Berita Daerah

Peringati HANTARU 2026, Kantor Pertanahan Muna Gelar Aksi Donor Darah

Kamis, 24 Sep 2026 - 13:56 WIB