BUSEL, SULTRAMEDIA — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) bersama Perum Bulog Cabang Baubau mulai menyalurkan bantuan pangan beras dari pemerintah pusat. Peluncuran dilakukan Bupati Busel, Muhammad Adios, Jumat (11/9/2026).
Bantuan ini mencakup 3 bulan sekaligus, yakni periode Juli, Agustus, dan September 2026. Sasaran penyaluran tersebar di 70 desa dan kelurahan di wilayah Buton Selatan.
Kepala Perum Bulog Cabang Baubau, Ritno menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa beras medium. Alokasinya 10 kg per bulan.
Untuk 3 bulan, pembagian tidak dilakukan bertahap. Setiap penerima langsung menerima sekaligus.
“Pelaksanaannya kami lakukan satu kali penyaluran. Jadi penerima manfaat langsung menerima 30 kilogram atau tiga karung sekaligus,” jelas Ritno.
Ia juga menegaskan, beras bantuan ini diberikan secara gratis. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun kepada penerima.
Ritno menyampaikan, stok beras di gudang Bulog Baubau saat ini sekitar 2.000 ton. Jumlah tersebut dinilai masih aman untuk memenuhi kebutuhan wilayah layanan.
Meski begitu, Bulog mengingatkan agar tetap waspada. Potensi kekeringan di beberapa wilayah Sulawesi Tenggara bisa berdampak pada produksi pangan ke depan.
Bupati Muhammad Adios menyambut baik program tersebut. Ia meminta semua jajaran, mulai dari Pemkab, Bulog, kecamatan, hingga desa dan kelurahan untuk mengawal proses distribusi.
“Bantuan ini harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. Tidak boleh ada kebocoran maupun penyalah gunaan data penerima,” tegas Bupati.
Menurut Adios, bantuan pangan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Program ini juga bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan membantu daya beli masyarakat.
Pemkab Buton Selatan menargetkan penyaluran selesai tepat waktu agar bantuan segera dirasakan masyarakat.












