Sultra Ekspor Komoditas Pertanian 1.027 Ton: Tepung Tapioka ke China, Minyak Kelapa ke Malaysia

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONSEL, SULTRAMEDIA — Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melepas ekspor perdana komoditas pertanian langsung dari daerah. Total 1.027 ton produk diberangkatkan ke dua negara, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan pelepasan dipusatkan di Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan. Ekspor dilakukan oleh PT Agri Cassava Makmur.

Dari total tersebut, 900 ton berupa tepung tapioka dengan tujuan China. Sementara 127 ton lainnya adalah crude coconut oil atau minyak kelapa mentah tujuan Malaysia.

Turut hadir dalam pelepasan tersebut Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Anggota Komisi IV DPR RI Jaelani, Forkompinda Sultra, Wakil Bupati Konawe Selatan, kepala OPD Pemprov, serta unsur instansi vertikal.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menyebut ekspor langsung ini sebagai langkah strategis. Menurutnya, ini bukti produk pertanian Sultra mulai bisa menembus pasar luar negeri dengan nama daerah sendiri.

“ini momentum yang sangat penting dan membanggakan. komoditas hasil pertanian sultra bisa dilepas langsung dari daerah ke negara tujuan,” katanya.

Ia menegaskan, selama ini banyak komoditas unggulan Sultra keluar melalui pelabuhan Makassar dan Surabaya. Kondisi itu membuat Sultra tidak tercatat sebagai daerah asal ekspor.

“akibatnya daerah lain yang tercatat. padahal barangnya dari sultra,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya hilirisasi. Produk pertanian, katanya, tidak boleh terus dijual dalam bentuk bahan mentah.

“kita punya potensi besar. tapi harus ada nilai tambah. produknya harus berkualitas, aman, dan berkelanjutan agar bisa bersaing di pasar global,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkot Kendari Kembangkan Super Apps Terintegrasi

Ekspor langsung ini, menurutnya, juga membuktikan infrastruktur pelabuhan dan logistik di Sultra sudah siap mendukung.

Kepala Badan Karantina RI, Abdul Kadir Karding menyebut ekspor perdana ini baru permulaan. Ke depan, volume ekspor Sultra ditargetkan terus meningkat.

Ia mengatakan hilirisasi jadi fokus pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan energi.

“selain intensifikasi dan pembukaan lahan, yang utama adalah pembangunan pabrik pengolahan di daerah. supaya ada nilai tambahnya,” jelasnya.

Karding mengapresiasi Tim Percepatan Ekspor Sultra yang dinilai membantu mendorong potensi komoditas daerah. Ia juga mengingatkan pelaku usaha dan UMKM untuk menjaga standar.

“kesehatan, mutu, dan kredibilitas produk harus dipenuhi. kalau itu bagus, ekspor pasti lancar,” ujarnya.

Anggota DPR RI, Jaelani menambahkan, sektor pertanian masih jadi andalan ekonomi Sultra. Kontribusinya ke PDRB mencapai 23%, mengungguli tambang 21% dan perdagangan 20%.

“ini potensi luar biasa. harus kita kembangkan terus,” katanya.

Usai pelepasan, Gubernur bersama Kepala Badan Karantina meninjau pabrik pengolahan tepung tapioka di Konsel. Peninjauan dimulai dari bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pengecekan barang jadi sebelum disegel.

Pemprov Sultra berharap, dengan ekspor langsung ini lapangan kerja baru terbuka dan kesejahteraan masyarakat pertanian meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Pramuka Baubau Turun Lapangan, Perkemahan Budaya 2026 Resmi Dibuka
Bupati Busel dan Bulog Salurkan Bantuan Pangan: 1 Penerima Dapat 30 Kg Beras
Lantik 11 Kepala UPTD SD, Bupati Muna Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab
BPSMI Sultra Juara Umum 3 Pada Peksiminas XVIII 2026: Dominasi Mahasiswa UHO
Kronologi Pria Yang Meninggal di Hotel Jene Berang Muna, Dari Cek In Hingga Ditemukan
Jumlah Penduduk Sultra Semester I 2026 Capai 2,9 Juta Jiwa, Ini Datanya
Panik Jari Bengkak, Anak Magang Kominfo Kendari Minta Tolong Damkar
Pangkas Biaya Nelayan, Bupati Butsel Gagas SPBU Terapung di Wilayah Kepulauan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:19 WIB

Ribuan Pramuka Baubau Turun Lapangan, Perkemahan Budaya 2026 Resmi Dibuka

Jumat, 11 September 2026 - 13:07 WIB

Bupati Busel dan Bulog Salurkan Bantuan Pangan: 1 Penerima Dapat 30 Kg Beras

Jumat, 11 September 2026 - 12:55 WIB

Sultra Ekspor Komoditas Pertanian 1.027 Ton: Tepung Tapioka ke China, Minyak Kelapa ke Malaysia

Jumat, 11 September 2026 - 12:30 WIB

Lantik 11 Kepala UPTD SD, Bupati Muna Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab

Jumat, 11 September 2026 - 12:07 WIB

BPSMI Sultra Juara Umum 3 Pada Peksiminas XVIII 2026: Dominasi Mahasiswa UHO

Berita Terbaru