KENDARI, SULTRAMEDIA —Telepon warga ke Call Center 112 Kota Kendari makin ramai. Sepanjang Juli 2026 tercatat 2.321 panggilan masuk ke layanan pengaduan terpadu milik Pemkot Kendari itu.
Dari jumlah tersebut, 1.623 panggilan dinyatakan valid. Sisanya 698 panggilan tidak valid, mulai dari panggilan kosong hingga iseng.
Data itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, Selasa (04/08/2026).
*146 Laporan, 95 Sudah Tuntas*
Dari panggilan yang masuk, petugas menerbitkan 146 tiket laporan. Sebanyak 95 laporan sudah selesai ditangani. 51 laporan lainnya masih dalam proses oleh OPD sesuai kewenangan.
“Layanan 112 ini bukan cuma tempat terima laporan. Ini jembatan antara masyarakat dengan OPD teknis yang wajib merespons,” ujar Sahuriyanto.
Ia menegaskan kunci keberhasilan ada di tim reaksi cepat tiap OPD.
“Harapan kami ke depan seluruh OPD teknis semakin sigap. Masih ada beberapa OPD yang responsnya perlu terus ditingkatkan agar pelayanan publik makin optimal,” tegasnya.
*Dishub, PLN, Satpol PP Paling Banyak Dilaporkan*
Aduan warga beragam. Mulai dari darurat kesehatan, kebakaran, pohon tumbang, gangguan listrik, hingga kerusakan fasilitas umum.
Ini 4 OPD dengan laporan terbanyak Juli lalu:
1. Dinas Perhubungan: 36 laporan. Dominan soal LPJU mati, lampu lalu lintas, dan parkir liar;
2. Satpol PP: 24 laporan soal ketertiban umum;
3. PLN: 22 laporan gangguan jaringan listrik; dan
4. Damkar: 11 laporan kebakaran dan evakuasi hewan.
BPBD juga sibuk menangani laporan pohon tumbang. Dinsos menerima aduan soal orang terlantar, ODGJ, dan pengemis.
*8 Instansi Catatkan Penyelesaian 100%*
Apresiasi untuk BPBD, Damkar, Dinkes, Polres Kendari, PLN, Kecamatan Mandonga, Kecamatan Kendari Barat, dan Dinas Pertanian. Seluruh laporan yang masuk ke mereka berhasil diselesaikan 100%.
Untuk 51 laporan yang masih berproses, sebagian besar terkait perbaikan infrastruktur yang butuh penanganan teknis di lapangan.
Sahuriyanto menyebut, semua laporan yang belum tuntas akan jadi bahan evaluasi. Kendalanya bisa dari sisi teknis, personel, peralatan, sampai koordinasi lintas instansi.
“Operator 112 kami siaga 24 jam untuk terima, verifikasi, dan teruskan laporan ke OPD. Karena itu penguatan koordinasi tim reaksi cepat sangat penting,” jelasnya.
Pemkot Kendari berkomitmen terus menyempurnakan sistem 112. Mulai dari penguatan sistem, peningkatan SDM operator, hingga kolaborasi antar OPD.
Tujuannya satu: pelayanan makin cepat, responsif, dan bikin warga merasa aman.











