Muna, Sultramedia — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna, Mustajab menyebut, Pemkab Muna terus bekerja maksimal meningkatkan pembangunan infrastruktur daerah.
Salah satunya, penataan Kawasan pesisir pantai Kota Raha yang dikebut realisasinya agar segera menjadi Kawasan Wisata Terpadu.
“Rabu 3 Juni 2026 kami menemani tim dari Balai BPBPK Sultra dan tim dari Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis Kementerian PU meninjau kawasan pesisir pantai Kota Raha yang akan dijadikan Kawasan Wisata Terpadu Pantai Kota Raha,” ujarnya, Kamis (04/06/2026).
Lanjutnya, setelah meninjau lapangan, Tim beraudiensi dengan bapak Bupati Muna dan menyampaikan gambaran umum ketentuan program penataan kawasan serta beberapa dokumen teknis yang harus dipenuhi untuk mendukung usulan ke pusat.
Sementara untuk area penataannya, kata Mustajab, sepanjang pesisir Kota Raha dari depan Polres Muna sampai ke pelabuhan kapal Maligano, termasuk perbaikan kolam renang dan SOR La Ode Pandu.
Untuk pekerjaan tersebut, pihaknya memperkirakan menelan anggaran diatas Rp 100 miliar. Meski demikian, angka tersebut masih menunggu nilai pasti berdasarkan hasil dokumen Detail Egineering Design (DED) nantinya.
“Untuk mengadakan dokumen teknis seperti Feasibility Study, Dokumen Lingkungan, Detail Engineering Design dan dokumen lainnya harus dianggarkan melalui APBD,” ungkapnya.
Mustajab menambahkan, saat ini Pemkab Muna dengan kondisi efisiensi yang ada terus bekerja maksimal menuntaskan persoalan pembangunan. Dengan adanya Kawasan Wisata Terpadu Pantai Kota Raha, nantinya selain menjadikan daerah menjadi tertata lebih baik juga meningkatkan PAD dengan aktivitas perekonomian yang berputar disekitar kawasan.
“Di tengah anggaran yang minim akibat efisiensi, Pemkab Muna tetap resiliensi memberikan pelayanan infrastruktur kepada masyarakat. Baik dengan penanganan secara langsung maupun melalui usulan-usulan di APBD Provinsi maupun APBN. Tentu dibutuhkan kolaborasi antara semua stakeholders,” pungkasnya.











