MUNA, SULTRAMEDIA — Inisiasi Direktur PT Mitra Pembangunan Sultra (MPS), Gomberto bersama masyarakat untuk menyulap lahan 10 hektare area APL di Desa Lasalepa kini mendapat dukungan penuh.
Baik Pemkab Muna maupun Pemprov Sultra kompak mendukung pengembangan ekowisata mangrove ini. Hasilnya, hutan lestari, wisata jalan, ekonomi warga juga jalan.
Dukungan itu ditegaskan langsung saat Wakil Gubernur Sultra, Hugua bersama Wabup Muna La Ode Asrafil meninjau lokasi pada Rabu (05/08/2026).
“Ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Semoga model pengelolaan seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ujar Hugua.
Wagub Hugua menilai keberhasilan ini karena ada penggerak di lapangan.
“Ada seorang tokoh _the champion_ ya. _The champion_ itu kalau ada satu orang yang champion saja di satu desa dan bisa mempengaruhi puluhan bahkan ratusan KK. Saya kira ini luar biasa. Siapa tahu ini bisa menjadi contoh,” kata Hugua.
Ia mendorong kelompok nelayan mengusulkan pemanfaatan kawasan ke Kementerian Kehutanan agar manfaatnya maksimal.
“Ikannya dapat, ekonomis dapat, perikanannya dapat tapi fungsi lingkungannya justru berjalan normal,” tambahnya.
Senada, Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil juga menyatakan sikap, menunjukkan komitmen Pemkab dalam konservasi. Benih Ikan dan kepiting ditebar dikawasan mangrove. Pola ini tidak merusak lingkungan tetapi memperbaiki secara nyata dan dapat menjadi contoh bagi yang lain.
“Ini kan Pak Gomberto menciptakan lapangan kerja yang luar biasa. Kami dari Pemkab Muna sangat mendukung ekowisata ini dan menunggu tamu-tamu dari luar untuk datang berkunjung,” tegasnya.
Gomberto selaku penggagas menjelaskan, seluruh 10 hektare kawasan dikelola oleh kelompok masyarakat.
“Kalau kita saksikan sekarang ada berbentuk secara menyeluruh, yang dikelola oleh kelompok. Dalam rencana kita buat tanggul-tanggul, sehingga pasirnya menjadi putih karena tidak tercemar oleh lumpur yang dari atas. Hutan yang ada sekarang kita tambah lagi tanami mangrove sehingga tambah luas mangrovenya,” jelas Gomberto.
Untuk menunjang wisata, tersedia penginapan 2 kamar model hotel. Pengunjung bisa menikmati suasana mangrove sambil nongkrong.
Bagi tamu/wisatawan luar yang akan ke lokasi Ekowisata Mangrove Lasalepa yang berada di Desa Lasalepa, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna dari Pelabuhan Nusantara Raha hanya 15 menit. Bisa juga dari Makassar via Bandara Sugimanuru, lalu 30 menit ke lokasi.











