BAUBAU, SULTRAMEDIA — Langkah Alif terhenti sejenak saat kabar duka itu datang. Di tengah Lomba Gerak Jalan Indah (GJI), siswa SMP Negeri 13 Baubau ini harus menerima kenyataan ibundanya telah wafat.
Namun di tengah air mata dan kehilangan, Alif memilih satu hal: tetap berdiri di barisan. Ia melanjutkan tugas bersama kelompoknya hingga garis finish.
Kisah haru itu akhirnya mengantar Alif ke Panggung Kehormatan pada Malam Ramah Tamah HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pantai Kamali, Senin malam (17/8/2026).
Kehadiran Alif malam itu menjadi pusat perhatian. Wali Kota Baubau, Yusran Fahim secara khusus memanggil Alif ke hadapan para tamu undangan dan masyarakat. Wali Kota menyebut, apa yang dilakukan Alif bukan hal biasa.
“Ini bentuk semangat, tanggung jawab, dan keteguhan seorang anak. Di tengah kehilangan orang yang paling dicintainya, Alif tetap menjalankan tugasnya sampai selesai,” ujarnya.
Viralnya kisah Alif di media sosial membuat banyak warga Baubau ikut terenyuh. Seorang anak yang seharusnya bisa pulang karena berduka, justru memilih bertahan demi tim dan tanggung jawabnya.
Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Kota Baubau menyerahkan bantuan tabungan pelajar kepada Alif langsung di atas panggung. Bantuan itu diserahkan Wali Kota Yusran diiringi tepuk tangan haru dari hadirin.
“Kami berharap ini bisa menjadi penyemangat bagi Alif untuk terus sekolah dan menggapai cita-citanya. Semoga kisah Alif jadi inspirasi anak muda lain agar tetap kuat menghadapi tantangan hidup,” kata Wali Kota.
Malam itu, Alif bukan hanya menerima penghargaan. Kehadirannya menjadi simbol: bahwa pemerintah peduli pada generasi muda, terutama anak-anak yang butuh dukungan untuk terus melanjutkan pendidikan.
Dari duka yang mendalam, Alif melangkah ke panggung kehormatan. Sebuah pelajaran bahwa meski ujian dan kesedihan datang, perjuangan untuk masa depan harus tetap dilanjutkan.











