KENDARI, SULTRAMEDIA — Sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali diselimuti kabut asap sejak akhir September 2026. Berdasarkan data BMKG, asap yang datang bukan berasal dari wilayah lokal.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mencatat asap tipis mulai terdeteksi sejak 28 September 2026. Puncaknya terjadi pada 3 Oktober 2026, saat ketebalan asap masuk kategori sedang dan jarak pandang di beberapa daerah berkurang hingga 5 kilometer.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa sumber asap berasal dari luar Sulawesi Tenggara.
“Pantauan satelit Himawari menunjukkan sumber asap berasal dari wilayah Papua dan Maluku. Asap tersebut kemudian terbawa pergerakan angin hingga mencapai sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara,” jelas Faizal, Sabtu (03/10/026).
Wilayah yang terpantau terdampak meliputi Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Buton Utara dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama kondisi asap masih berlangsung. Langkah yang disarankan antara lain:
1. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan;
2. Perbanyak minum air putih;
3. Tutup pintu dan jendela saat asap terasa pekat; dan
4. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan diminta mengurangi aktivitas di luar rumah.
BMKG juga meminta pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan berhati-hati. Pasalnya jarak pandang bisa menurun sewaktu-waktu tergantung arah dan kecepatan angin.
“Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG. Kondisi asap dapat berubah sewaktu-waktu,” tambah Faizal.
Hingga saat ini, BMKG masih terus memantau perkembangan sebaran kabut asap di wilayah Sultra.












