Asap Selimuti Kota Raha, Aktivis Lingkungan Minta Pemda Ambil Langkah Penanganan

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUNA, SULTRAMEDIA — La Ode Muhammad Rabiali, aktivis lingkungan yang pernah bekerja di Zoological Society of London (ZSL) dan pernah aktif dalam penanganan kebakaran hutan Sumatera, mengkritik keras Pemda Kabupaten Muna yang dinilai pasrah di tengah kepungan asap beracun kiriman Papua.

BMKG konfirmasi, kabut tebal di Raha adalah asap kebakaran gambut dari 6.703 titik panas di Papua Selatan yang menempuh 1.800 Km ke Muna. Jarak pandang turun di bawah 5 Km.

Fakta di Raha sangat memprihatinkan. Sangat banyak warga keluar tanpa masker, bahkan berolahraga tanpa masker. Mereka tidak sadar udara Kota Raha sekarang tidak sehat dan mengandung racun.

Rabiali menjelaskan, asap yang dihirup warga bukan kabut air biasa.

“Asap yang kita hirup ini bukan kabut air. Ini asap gambut yang sangat beracun. Mengandung PM2.5 yang masuk langsung ke paru-paru hingga darah, Karbon Monoksida yang bikin sesak dan pusing, serta Formaldehida dan Akrolein yang merupakan zat pemicu kanker,” ujar Rabiali, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga:  Ranperda Penyelenggaran Penanaman Modal Kota Baubau: Perkuat Iklim Kepastian Hukum dan Investasi

Menurutnya, bahayanya sangat nyata. Paparan asap ini bisa memicu ISPA, asma kambuh, gangguan jantung, dan pada anak-anak rentan stunting jika terpapar lama. Warga yang berolahraga tanpa masker sama saja mempercepat racun masuk ke tubuh.

“Warga dibiarkan hirup racun. Pemda diam, tidak ada mitigasi, tidak ada masker, tidak ada peringatan. Ini pembiaran yang berbahaya,” tegasnya.

Ia menegaskan Pemda Muna harus segera melakukan langkah penanganan untuk melindungi masyarakat dan tidak boleh hanya diam dan pasrah karena kondisinya sudah sangat berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BLHKP Ungkap Fakta Pahit IPAL SPPG di Muna: Dibangun Tanpa Koordinasi dan “Tak Layak”
Tim Peneliti Kolaborasi BRIN Ekspose Hasil Riset Liangkabori, Pemda Muna Siapkan Digitalisasi dan Diseminasi
Kantor Pertanahan Muna Gelar Rapat Integrasi Reforma Agraria: Dukung Perpres 62/2023
BMKG: 17 Wilayah di Sultra Terdampak Kabut Asap Kategori Sedang, Jarak Pandang Turun di Bawah 5 Km
Fasum Kontu Disertipikatkan! BPN Muna Tunggu Usulan Resmi
Dukung TMMD ke-130! BPN Muna Pastikan Kepastian Hukum Pertanahan Terjaga
Dandim 1416/Muna Berganti! Letkol Inf Farid Heru Puryanto Diberi Amanah Pegang Komando
TMMD ke-130 di Muna Resmi Dimulai, Pemkab Gelontorkan Rp1,03 Miliar di Desa Kawite-wite
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BLHKP Ungkap Fakta Pahit IPAL SPPG di Muna: Dibangun Tanpa Koordinasi dan “Tak Layak”

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Asap Selimuti Kota Raha, Aktivis Lingkungan Minta Pemda Ambil Langkah Penanganan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Tim Peneliti Kolaborasi BRIN Ekspose Hasil Riset Liangkabori, Pemda Muna Siapkan Digitalisasi dan Diseminasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Kantor Pertanahan Muna Gelar Rapat Integrasi Reforma Agraria: Dukung Perpres 62/2023

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:30 WIB

BMKG: 17 Wilayah di Sultra Terdampak Kabut Asap Kategori Sedang, Jarak Pandang Turun di Bawah 5 Km

Berita Terbaru