MUNA, SULTRAMEDIA —
Rencana pembangunan Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kawasan Warangga menuai penolakan dari warga dan petani setempat. Warga menilai lahan tersebut sudah dijadikan kebun dan meminta agar markas batalyon dipindahkan ke lokasi lain.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Muna, Muhammad Rahim memastikan pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan/stakeholder ditingkat daerah.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Muhammad Rahim saat diwawancarai di sela-sela pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah Muna di Aula Galampano, Senin (05/10/2026).
“Kita akan rapat koordinasi bersama Pemda dan Kodim 1416 Muna dalam waktu dekat. Kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” ujar Ketua DPRD dari PDI-Perjuangan ini.
Menurut Rahim, pembahasan harus dimatangkan terlebih dahulu di tingkat daerah. Pemda dan Kodim sebagai pihak yang memiliki kewenangan dan kepentingan langsung diminta menjadi pihak utama dalam mencari titik temu.
Opsi pemindahan lokasi pembangunan Yonif TP dilokasi lain. Rahim menyebut, kebijakan tersebut tidak bisa diputuskan sepihak dan harus melalui koordinasi serta komunikasi yang baik.
“Dalam waktu dekat akan kita rapatkan untuk mencari solusi bersama,” tegasnya.
Sementara rencana membawa aspirasi masyarakat yang berkebun di Kawasan Warangga ke Jakarta untuk bertemu dengan instansi terkait seperti Kementerian Kehutanan, Rahim menekankan saat ini akan melakukan upaya awal dengan rapat bersama ditingkat daerah.
“Kebijakan ini harus butuh koordinasi dan komunikasi. Intinya dimatangkan dulu di Pemda dan terutama Kodim yang punya kepentingan,” tutupnya.












