Muna, Sultramedia – Bupati Kabupaten Muna, Bachrun, melantik 3 (tiga) Kepala Desa (Kades) hasil pemilihan pergantian antar waktu (PAW) periode 2022-2030, di aula Galampano, Kota Raha, Senin (04/05/2026).
Ketiganya adalah, Adamuli, Kades Lagasa, Kecamatan Duruka, Abdul Rahmansyah, Kades Masalili, Kecamatan Kontunaga dan La Ode Abdul Kadir Jaelani sebagai Kades Oensuli, Kecamatan Kabangka.
Bachrun mengingatkan, Kades yang dilantik untuk menjadi pemimpin yang baik dengan bekerja secara jujur dan ikhlas. Menghadapi kondisi saat ini dengan segala kerumitan sosial menjadi tantangan para Kades untuk menjawab dan melayani kebutuhan masyarakat dengan baik tanpa melanggar aturan.
“Untuk saudara-saudara kades yang dilantik jadilah pemimpin yang jujur. Jangan berharap disanjung dan disenangi banyak orang. Lakukanlah yang terbaik tanpa melanggar aturan,” ucap Bachrun.
Sebagai pemimpin, kata Bachrun, dalam melaksanakan tugas harus siap menghadapi tantangan yang ada. Bachrun mengingatkan, setelah dilantik agar merenung kepada yang maha kuasa, menghadap kiblat dan bertanya kepada langit, meminta petunjuk untuk langkah-langkah kedepannya. Sebagai Kades, harus amanah dalam menjalankan tugas sehingga keberkahan terpancar di Kabupaten Muna.
Ia juga mengingatkan para Kades untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan dan mengambil yang bukan haknya. Karena korupsi sekecil apapun tidak berkah untuk daerah dan memberikan dampak negatif bagi Kades itu sendiri.
Bachrun berharap, tokoh-tokoh masyarakat membantu kades terpilih untuk menjadi kades yang baik dan mengayomi semua masyarakatnya.
“Jangan takut dalam menjalankan tugas. Hidup ini biasa saja. Jangan ambil haknya orang karena itu tidak berkah,” terangnya.
Lanjutnya, dengan kondisi keuangan desa yang mengalami penurunan, para Kades diharapkan mampu secara bijak mengelola dengan baik. Selain itu, potensi yang ada didesa diharapkan dapat dikelola dan dikembangkan menjadi lebih bernilai.
“Tugas kita di Muna ini banyak. Memang nasib kita di Muna saat ini kurang baik. Begitu dilantik jadi kades dana desa kita sudah dipotong, tadinya 800 juta sampai 1 miliar tiap desa sekarang tinggal 200 juta. Jadi pintar-pintar mengelola itu. Tapi saya yakin didesa itu ada potensi yang selama ini kurang dikelola dengan baik oleh masyarakat dapat dimanfaatkan,” kata Bachrun.











