Kemarau Panjang, 26 Hektare Sawah Kekeringan di Baubau: Nasib Petani Kini di Tangan Pemkot

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAUBAU, SULTRAMEDIA — Kemarau panjang dan El Nino tahun ini benar-benar memukul petani Kota Baubau. Sebanyak 26 hektare sawah di Kecamatan Bungi dan Kecamatan Lea-Lea terancam gagal panen karena kekurangan air.

Keresahan itu akhirnya direspons langsung oleh Wali Kota Baubau, Yusran Fahim. Rabu 26/08/2026, orang nomor satu di Baubau itu turun meninjau kondisi sawah yang mulai menguning dan retak.

Dalam peninjauan itu, Yusran didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid. Mereka melihat langsung kondisi tanaman padi dan mengecek sumber air yang masih bisa dimanfaatkan.

“Kita harus hadir. Pemerintah wajib cari jalan agar tanaman petani bisa diselamatkan dan produksi pangan tetap terjaga,” kata Yusran di lokasi.

Salah satu solusi darurat yang disiapkan Pemkot Baubau adalah bantuan mesin pompa air Alkon. Mesin ini rencananya dipakai untuk memompa air dari Bendungan Wonco 1 dan Wonco 2 ke lahan-lahan yang kekeringan.

Baca Juga:  "Tidak Ada Ruang Untuk Pelaku", Polisi Kejar MA Tersangka Penyekapan Wanita 18 Tahun di Kendari

Data dari Dinas Pertanian menyebut, lahan terdampak tidak berada dalam satu hamparan. Kerusakan tersebar di beberapa kelompok tani sehingga penanganannya harus lebih teliti.

Ibnu Wahid menegaskan, Pemkot tidak akan asal memberi bantuan. Pendataan dan verifikasi akan dilakukan lebih dulu agar bantuan APBD Kota Baubau tepat sasaran.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian selanjutnya akan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kelompok tani terdampak sebagai dasar menentukan bentuk bantuan dan intervensi yang paling dibutuhkan,” ujarnya.

Bagi petani, kunjungan Wali Kota ini jadi secercah harapan. Di tengah kekeringan yang semakin parah, mereka kini hanya bisa menggantungkan nasib pada langkah cepat Pemkot Baubau.

Jika intervensi terlambat, kekhawatiran gagal panen massal dan ancaman krisis pangan lokal bisa jadi nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor Pertanahan Muna Gelar Rapat Integrasi Reforma Agraria: Dukung Perpres 62/2023
BMKG: 17 Wilayah di Sultra Terdampak Kabut Asap Kategori Sedang, Jarak Pandang Turun di Bawah 5 Km
Fasum Kontu Disertipikatkan! BPN Muna Tunggu Usulan Resmi
Dukung TMMD ke-130! BPN Muna Pastikan Kepastian Hukum Pertanahan Terjaga
Dandim 1416/Muna Berganti! Letkol Inf Farid Heru Puryanto Diberi Amanah Pegang Komando
TMMD ke-130 di Muna Resmi Dimulai, Pemkab Gelontorkan Rp1,03 Miliar di Desa Kawite-wite
Lahan 9.327 M² di Buton Utara Diserobot, Kuasa Hukum Laporkan Sejumlah Oknum ke Polisi
Masuki Pekan Ketiga, Kantor Pertanahan Muna Gelar Monev Program MagangHub 18 Peserta
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Kantor Pertanahan Muna Gelar Rapat Integrasi Reforma Agraria: Dukung Perpres 62/2023

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:30 WIB

BMKG: 17 Wilayah di Sultra Terdampak Kabut Asap Kategori Sedang, Jarak Pandang Turun di Bawah 5 Km

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Fasum Kontu Disertipikatkan! BPN Muna Tunggu Usulan Resmi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Dukung TMMD ke-130! BPN Muna Pastikan Kepastian Hukum Pertanahan Terjaga

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Dandim 1416/Muna Berganti! Letkol Inf Farid Heru Puryanto Diberi Amanah Pegang Komando

Berita Terbaru

oppo_0

Berita Daerah

Fasum Kontu Disertipikatkan! BPN Muna Tunggu Usulan Resmi

Selasa, 13 Okt 2026 - 06:18 WIB