Muna, Sultramedia — Bupati Kabupaten Muna, Bachrun, secara resmi melantik dan mengesahkan Laode Abdul Kadir Jailani sebagai Kades Oensuli Kecamatan Kabangka sisa masa jabatan 2022-20230.
Pengesahan ini berdasarkan surat keputusan Bupati Muna nomor 100.3.3.2/2252/2026 tentang pengesahan pengangkatan Laode Abdul Kadir Jailani sebagai Kades Oensuli.
Keputusan Pemkab Muna melantik Abdul Kadir Jailani mengundang protes sejumlah pihak. Meski demikian, Pemkab Muna mengutarakan keputusan tersebut diambil setelah Pemkab Muna memperhatikan:
1. Surat direktur jenderal bina pemdes Kemendagri no 100.3.5/3300/BPD perihal penyelesaian permasalahan Pilkades Oensuli;
2. Laporan hasil pemeriksaan ombudsman RI perwakilan Sultra no Registrasi 0003/LMl/I/2023/kdi.
3. Hasil rapat forum koordinasi pemerintah daerah kabupaten Muna tanggal 22 Januari 2026;
4. Laporan hasil investigasi inspektorat Kabupaten Muna atas hasil pemilihan Kades Oensuli Kecamatan Kabangka tahun 2022 no 700.1.2.2/03/LHI/Insp/2026 tanggal 29 April 2026; dan
5. Berita acara laporan tim penyelesaian permasalahan Pilkades Oensuli tahun 2022 tanggal 30 April 2026.
Bachrun menyebut, pelantikan tersebut sudah sesuai aturan meski menuai protes oleh beberapa pihak. Selama pemilihan Kades, dirinya tidak pernah terlibat dan mendukung salah satu pihak. Baginya, siapapun Kades yang terpilih oleh masyarakat adalah temannya untuk sama-sama bersatu dalam satu visi misi membangun Kabupaten Muna.
“Kades yang terpilih, kewajiban kalian adalah dengarkan apa yang diminta oleh rakyat selama tidak bertentang dengan aturan dan bisa dipenuhi, penuhi,” ujarnya saat acara pelantikan di Aula Galampano, Senin (04/05/2026).
Ia melanjutkan, agar Kades yang terpilih sebagai pemimpin ditengah-tengah masyarakat desa agar selalu jujur dan ikhlas bekerja. Selain itu, ia meminta agar potensi desa yang selama ini kurang mendapatkan perhatian agar lebih dikelola dengan baik.
“Kondisi hari ini, kita ini ada diujung tanduk, semua pejabat ini, ujung tanduk itu apabila kita salah. Banyak kerugiannya, baik secara materiil maupun sosial. Olehnya itu lebih banyak bijak terutama dalam mengelola keuangan,” pungkasnya.











