Dekranasda Muna Bakal Hadirkan Tenun Lokal Motif Bumi Dengan Pewarna Alam Hingga Tehnik Shobi Pada Pameran HUT Dekranas 2026

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muna, Sultramedia – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muna bakal hadirkan produk kerajinan lokal, tenun dan nentu yang akan dipamerkan pada hari ulang tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional Indonesia (Dekranas) pada bulan Juli mendatang di Kota Makassar.

Ketua Dekranasda Muna, Sitti Leomo Bachrun menyebut, HUT Dekranas setiap tahunnya dilakukan pertemuan dan pameran produk kerajinan lokal semua daerah di Indonesia. Penyelenggaraanya beriringan dengan hari seruan gerak PKK. Saat ini baru dilakukan zoom meeting se-Indonesia dalam rangka menyamakan persepsi untuk kegiatan apa saya yang akan dilaksanakan.

“Biasanya kalau Muna itu selalu diminta, kita tenunan sama nentu. Itu yang selalu, tapi ini kita juga lagi menunggu karena dari provinsi itu dibagi, kabupaten ini bawa apa. Tapi kalau Muna itu selalu identik dengan tenunan kita,” ucap Isti Bupati Muna Bachrun, disela-sela mengikuti Zoom meeting kick off Road to HUT Dekranasda 2025, di ruang Setda Muna, Kamis (12/03/2026).

Ia menerangkan, produk unggulan kerajinan Muna telah siap dipamerkan dan dipasarkan. Hal ini didukung dengan para pengrajin yang telah siap, kompeten dan menghasilkan produk berkualitas yang telah mendunia.

Para pengrajin tenun di Muna adalah orang perorang yang sudah berjumlah sekitar 300 dan dan tersebar di Masalili, Liangkabori, Lohia, Kombungo dan daerah lainnya.

Baca Juga:  Transformasi Digital Pertanahan dan Perpajakan untuk Perkuat PAD dan Kepastian Hukum di Muna

Produk tenun Muna jika diminta untuk di pamerkan dan dipasarkan, Dekranasda Muna telah menyiapkan produk bermotif bumi dengan pewarna alami yang bakal ditenun dengan sistem Shobi.

Dimana, sistem Shobi ini benang-benang yang ditenun tidak tembus sampai terlihat dibelakang. Benang yang digunakan dalam sistem Shobi ini tidak memiliki kendala terhadap warna benang yang digunakan. Hasilnya, produk tenun ini menampilkan suasana sederhana yang berkelas dengan keanggunannya tersendiri.

Dengan berbekal pengalaman tiap tahunnya, saat pameran dapat mengidentifikasi dan mengetahui selera masyarakat.

“Rencana kamu Muna kalau memang diminta tenunan kami akan bawa yang pewarna alam bermotif bumi dengan sistem shobi. Peminatnya lebih banyak, laris, paling laris karena orang lebih suka, dan harganya lumayan,” terangnya.

Sementara untuk produk kerajinan nentu yang berbahan dasar tanaman pakis yakni produk unggulan seperti busara, nampan hingga tatakan piring.

Ia berharap para pengrajin tak berhenti untuk menghasilkan produk atau membuat produk hanya untuk momentum kebutuhan pameran semata. Tetapi selalu menjaga stok sehingga saat permintaan tinggi, stok akan selalu terjaga. Ia juga mendorong terjadi peningkatan dan regenerasi dari para pengrajin.

“Kami berharap mereka jangan berhenti, jangan hanya pameran, tapi menjadi aktivitas mereka untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Apalagi saat ini peminatnya sudah banyak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sultramedia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Baubau Evakuasi Ular, Buka Kunci Mobil Hingga Antar Warga Sakit
Gubernur Sultra: Perubahan KUA-PPAS 2026 Fokus pada Kebutuhan Dasar Masyarakat
DBH Mineral Tambah Rp49 Miliar, Pendapatan Sultra 2026 Diproyeksi Rp4,2 Triliun
Gembok, Coretan, Pipa Jebol: Drama Utang Proyek di RSUD Buteng
BUMD dan Aset Digenjot, KUA-PPAS Kendari 2027 Diharap Dongkrak PAD
7 Daerah di Sultra Risiko Tinggi Karhutla, Waspada Puncak Kemarau September-Oktober
El Nino Ancam Air Bersih di Baubau, Warga Diimbau Hemat Air
Goraana Oputa di Baubau, Momentum Perkuat Kebersamaan dan Syiar Islam
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Baubau Evakuasi Ular, Buka Kunci Mobil Hingga Antar Warga Sakit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Gubernur Sultra: Perubahan KUA-PPAS 2026 Fokus pada Kebutuhan Dasar Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:49 WIB

DBH Mineral Tambah Rp49 Miliar, Pendapatan Sultra 2026 Diproyeksi Rp4,2 Triliun

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Gembok, Coretan, Pipa Jebol: Drama Utang Proyek di RSUD Buteng

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:57 WIB

7 Daerah di Sultra Risiko Tinggi Karhutla, Waspada Puncak Kemarau September-Oktober

Berita Terbaru

Berita Daerah

Gembok, Coretan, Pipa Jebol: Drama Utang Proyek di RSUD Buteng

Rabu, 26 Agu 2026 - 10:42 WIB