Muna, Sultramedia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) gelar pelatihan industri pembuatan pakan ternak unggas, Rabu (10/12/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Lagasa Kecamatan Duruka ini bakal dilaksanakan selama 2 hari kedepan. Fokus pelatihan ini, memberikan pemahaman terkait industri pembuatan pakan ternak unggas (ayam kampung, petelur dan pedaging) yang baik dan efisien.
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi Pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM, Driszal Fryantoni menyampaikan, BRIN terus berusaha mendukung program pemerintah, Program Presiden Prabowo Subianto.
Salah satunya, berusaha dalam bidang hilirisasi kemampuan-kemampuan hasil riset dan teknologi yang ada di Brin kepada pelaku-pelaku usaha atau masyarakat pada umumnya.
“Selama ini riset dan teknologi itu adalah sesuatu yang berada di menara gading. Sulit dijangkau dan sangat ekslusif. Masyarakat malu-malu untuk berinovasi. Riset butuh investasi dan infrastruktur yang sangat mahal, oleh karena Pemerintah membentuk Brin untuk menghilangkan itu agar masyarakat tidak perlu melakukan riset yang begitu tinggi,” ujarnya.

Lanjutnya, pada kesempatan ini, kata Driszal pihaknya menawa hasil riset BRIN dalam pengembangan pakan ternak unggas khususnya. Harapannya, melalui pelatihan ini dapat diaplikasikan dan diterapkan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Muna.
“Mubazir kalau tidak diaplikasikan. Sangat berharap selama dua hari kedepan, hari ini sampai besok mudah-mudahan para peserta bisa mengikuti dengan baik dan bisa mempraktekannya setelah kami kembali lagi,” terangnya.
Ia menambahkan, harapannya kedepan BRIN dapat kembali lagi di Kabupaten Muna untuk membawa inovasi-inovasi lainnya.
“Kami dengan senang hati membantu bapak-bapak, ibu-ibu di kabupaten Muna ini untuk bisa menghasilkan suatu inovasi-inovasi baru untuk mengembangkan, menumbuh kembangkan kegiatan ekonomi, perekonomian di Kabupaten Muna,” ucapnya.
Wakil Bupati Muna, Laode Asrafil menyebut, visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Muna yaitu industrialisasi jati menuju Muna barakati yang sejahtera maju dan berkelanjutan.
Akronim industrialisasi Jati yang digaungkan sendiri yaitu Jagung, ternak dan ikan. Kondisi Kabupaten Muna dinilai sangat cocok untuk menunjang ketahanan pangan. Misalnya, dalam pengolahan pakan ternak unggas sangat memungkinkan memanfaatkan potensi yang ada seperti ketersediaan jagung dan cangkang kepiting, tulang-tulang ikan.
‘Selama ini, telur dan daging ayam kami ambil dari Sulsel. Kita di Muna belum bisa beternak yang maksimal karena pakannya sangat terbatas. Selama ini pula pakan kami ambil dari Sulsel, Jatim dan akhirnya tiba di muka harganya sangat mahal. Mahal sekali, sehingga kadang teman-teman untuk beternak ini ribet karena pakan terlalu mahal,” ungkapnya.
Asrafil juga menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa syukur atas kehadiran Direktur BRIN bersama tim di Muna untuk memberikan pelatihan. Terutama, dalam pelatihan pembuatan pakan yang baik dan benar.
“Saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan yang ada baik dari Bumdes atau dari pelaku-pelaku usaha ternak. Mari manfaatkan waktu yang sesingkat-singkatnya ini. Benar-benar kita serap ilmu atau materi-materi yang diberikan dari pelatih dari Jakarta. Sehingga bisa kita aplikasikan nanti, bisa serap ilmunya, kemudian bisa bangun pakan ternak yang ada di Muna,” kata Asrafil.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri oleh beberapa Kepala OPD Pemkab Muna. Sementara peserta pelatihan terdiri dari unsur Bumdes, para pelaku usaha dan masyarakat lainnya.











